Balai Bahasa Maluku Utara Revitalisasi 8 Bahasa Daerah: Menghidupkan Kembali Warisan Budaya Nusantara

Sejumlah pulau kecil di Maluku Utara dengan beragam bahasa daerah, Selasa (25/2/2025). ANTARA/Abdul Fatah (Abdul Fatah)

Sebaliknya, pelestarian bahasa Ternate menghadapi tantangan besar, terutama di wilayah Ternate Tengah dan Selatan, yang banyak dihuni oleh pendatang. Hal ini turut menyulitkan pengajaran bahasa Ternate di sekolah-sekolah dasar setempat.

Lebih lanjut, Arie menegaskan pentingnya keseriusan dalam merevitalisasi bahasa daerah. Delapan bahasa yang saat ini dalam proses revitalisasi terancam punah jika tidak ada upaya nyata dan berkelanjutan. Untuk itu, Balai Bahasa Malut terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota.

“Pemprov sebenarnya telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelestarian Bahasa Daerah sejak 2009, namun implementasinya belum maksimal. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan gubernur baru, agar ada instruksi tegas kepada pemda di setiap wilayah untuk membudayakan penggunaan bahasa daerah,” ujarnya.

Upaya pelestarian bahasa ini menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya Maluku Utara di tengah arus modernisasi dan globalisasi. (Abdul Fatah/Antara) ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media