Bangunan Lama Kumuh Kini Disulap Jadi Sekolah Modern: SDN 3 Jungjang Dapat Kucuran Dana Revitalisasi

Proses Rehabilitasi SDN 3 Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, mendapatkan Program Revitalisasi Sekolah anggaran bersumber dari APBN tahun 2025. (Dok.Afif Setiawan)

CIREBON, (divipromedia.com) — Wajah baru dunia pendidikan dasar di Kabupaten Cirebon kian terlihat nyata. SDN 3 Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, yang dulunya sempat terlihat kumuh dan mengkhawatirkan, kini menjelma menjadi sekolah yang bersih, aman, dan nyaman berkat program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.

Kepala SDN 3 Jungjang, Tsamrotul Jannah, menceritakan kondisi sekolah sebelum direvitalisasi. Menurutnya, bangunan lama tampak memprihatinkan akibat penggabungan dua sekolah menjadi satu, imbas dari kebijakan merger atau perampingan sekolah oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

“Dulu sekolah kami sangat tidak layak. Enam ruang kelas, ruang guru, hingga jamban rusak dan tidak terurus. Kondisinya makin lama makin parah, bahkan kami khawatir bangunannya ambruk. Padahal setiap hari banyak siswa beraktivitas di halaman yang sama,” ujar Tsamrotul, Senin (27/10/2025).

Namun, kekhawatiran itu kini telah berubah menjadi kebanggaan. Melalui program revitalisasi sekolah tahun anggaran 2025, SDN 3 Jungjang mendapatkan bantuan sebesar Rp900 juta yang digunakan untuk merehabilitasi lima ruang kelas, membangun Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta menambah tiga unit jamban atau WC baru.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, sekolah kami kini berubah total. Lingkungan lebih bersih, bangunan lebih kokoh, dan para siswa bisa belajar dengan rasa aman,” tutur Tsamrotul penuh syukur.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, yang telah berjuang mengusulkan program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Ini bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar peduli terhadap dunia pendidikan, terutama di sekolah-sekolah daerah,” ucapnya.

Kini, bangunan SDN 3 Jungjang berdiri kokoh dan menjadi contoh transformasi pendidikan di tingkat dasar. Program revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menumbuhkan semangat baru bagi guru dan siswa untuk terus berprestasi.

“Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tapi juga rumah kedua bagi anak-anak kami. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami yakin kualitas pendidikan pun ikut meningkat,” tutup Tsamrotul optimistis. *** (Afif Setiawan)

Pasang Iklan di Divi Pro Media