BRIN Bongkar ‘Cecak Jarilengkung’: Spesies Baru dari Jawa Timur yang Memukau Alam!
Adapun secara filogenetik, Cyrtodactylus pecelmadiun berkerabat dekat dengan C. petani, dengan jarak genetik 0,1–1,6 persen. Spesies ini menjadi bukti kedua keberadaan grup darmandvillei di Jawa setelah Cyrtodactylus petani, yang jumlahnya melimpah di kawasan Sunda Kecil.
Secara keseluruhan Cyrtodactylus di Jawa terbagi dalam dua kelompok besar yaitu grup darmandvillei dan marmoratus, yang keduanya merupakan kompleks spesies. Kondisi ini semakin mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk mengungkap keragaman tersembunyi (hidden diversity) dari Cyrtodactylus di Jawa.
“Penemuan ini semakin mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk mengungkap keragaman tersembunyi (hidden diversity) dari Cyrtodactylus di Jawa, mengingat masih banyak spesies yang belum teridentifikasi secara menyeluruh,” tutur Awal Riyanto.
Diketahui, Cecak Jarilengkung Jawa (Cyrtodactylus marmoratus) merupakan spesies yang pertama yang telah dideskripsikan oleh Gray (1831), berdasarkan spesimen yang dikoleksi Heinrich Kuhl dan Johan Conrad van Hasselt. Saat ini Cecak Jarilengkung itu tersimpan di Museum Naturalis, Belanda.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa (https://mapress.com/zt/article/view/zootaxa.5570.1.3) pada edisi 16 Januari 2025 dan menjadi referensi penting dalam studi taksonomi serta konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia. (Sean Filo Muhamad/Antara) ***
