Bukalapak Gunakan Sisa Dana IPO Rp9,33 T untuk Pengembangan Usaha
JAKARTA, (Divipromedia.com). – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyampaikan, sisa dana hasil penawaran publik perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp9,33 triliun akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan, termasuk modal kerja, pembelian aset, joint ventures, investasi, serta pengembangan entitas anak usaha.
“Tentunya tidak akan menutup kemungkinan bahwa di kemudian hari bisa ada akusisi (perusahaan) yang bisa dilakukan untuk menggerakan investasi atau pengembangan di sisi depannya, apalagi jika kita melihat atau menilai bahwa ada potensi yang positif atau yang baik untuk perkembangan perusahaan ke depannya,” kata Direktur Utama Bukalapak Willix Halim dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (16/1).
Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa penggunaan dana tersebut akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, mengingat kondisi industri saat ini yang penuh tantangan baik secara nasional maupun global.
Sebagaimana diketahui, sisa dana IPO sebelumnya tercatat sebesar Rp9,8 triliun, namun nilai tersebut kini berkurang menjadi Rp9,33 triliun.
Dana IPO yang terkumpul sebelumnya digunakan untuk modal kerja serta mendukung operasional sejumlah entitas anak Bukalapak, seperti PT Buka Mitra Indonesia dan PT Buka Usaha Indonesia.
Willix mengungkapkan bahwa Bukalapak telah mengalihkan fokus bisnis dari layanan penjualan barang fisik ke produk virtual.
Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan dana IPO menghadapi dinamika pasar. Layanan penjualan produk fisik berkontribusi kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan per 30 September 2024.
Oleh karena itu, menurutnya, penghentian layanan ini tidak memberikan dampak material terhadap keuangan perusahaan.
