Dinkop UKM Kabupaten Cirebon, Siapkan Grand Design Digital untuk 200 Ribu UMKM
CIREBON, (Divipromedia.id) – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) mulai menyusun grand design pengembangan UMKM berbasis teknologi informasi dan inkubasi wirausaha.
Langkah ini menjadi strategi besar untuk memperkuat daya saing lebih dari 200 ribu pelaku usaha di daerah tersebut.
Kepala Dinkop UKM Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengatakan penyusunan grand design ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui tata kelola yang lebih modern dan ekosistem bisnis yang terintegrasi.
“Forum ini menjadi momentum untuk memprogres sekaligus memproyeksikan langkah-langkah strategis pengembangan UMKM, khususnya melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Alex saat Focus Group Discussion (FGD) di Aula Dinkop UKM Kabupaten Cirebon, Senin, (13/4/2026).
Ia mengungkapkan, potensi UMKM di Kabupaten Cirebon sangat besar, namun masih membutuhkan penguatan dari sisi manajemen, akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara serta penciptaan lapangan kerja.
Untuk itu, Dinkop UKM tengah mengembangkan sistem berbasis data sebagai pintu masuk utama dalam pembinaan dan pendampingan pelaku usaha. Melalui data yang terintegrasi, pemerintah dapat memetakan kebutuhan UMKM secara lebih akurat, mulai dari akses permodalan hingga peningkatan kapasitas usaha.
“Dengan data yang kuat, kita bisa mendorong pelaku UMKM menjadi lebih bankable dan siap mengakses pembiayaan,” jelasnya.
Selain digitalisasi, peningkatan akuntabilitas juga menjadi fokus utama. Pelaku UMKM didorong untuk mampu mengelola keuangan secara profesional agar usaha yang dijalankan berkelanjutan.
Dalam grand design tersebut, Dinkop UKM juga menyiapkan program pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, mulai dari tahap perintisan hingga pengembangan usaha.
“Pelatihan dan pendampingan adalah kunci untuk mencetak pelaku usaha yang siap bersaing dan naik kelas,” tambah Alex.
Tak hanya itu, Pemkab Cirebon juga tengah mempersiapkan pembentukan inkubator bisnis daerah yang akan menjadi pusat pengembangan kewirausahaan. Lembaga ini nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga lembaga pendukung lainnya.
“Inkubator bisnis ini akan menjadi wadah terintegrasi untuk pendataan, konsultasi, pendampingan, akses pembiayaan, hingga penerapan teknologi dalam pengembangan usaha,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya wirausaha baru sekaligus peningkatan omzet dan aset UMKM yang sudah berjalan.
“Output akhirnya adalah meningkatnya omzet, aset, serta tumbuhnya usaha-usaha baru yang berdaya saing,” tegasnya.
Alex menambahkan, grand design ini masih bersifat dinamis dan terbuka terhadap berbagai masukan, baik dari akademisi maupun pemangku kepentingan lainnya.
Kami berharap, melalui forum diskusi yang digelar, dapat dirumuskan kebijakan yang komprehensif guna memperkuat ekosistem UMKM Kabupaten Cirebon secara berkelanjutan, jelas Alex. ***
