Fenomena Mukbang: Alasan Menonton Orang Makan Bisa Bikin Kita Lapar

Ilustrasi mukbang. Foto: Freepik

DI era digital seperti sekarang, hiburan tidak lagi terbatas pada film atau musik. Salah satu tren unik yang muncul adalah mukbang, sebuah fenomena di mana seseorang merekam dirinya makan dalam porsi besar sambil berinteraksi dengan penonton.

Tren ini pertama kali populer di Korea Selatan dan kini telah menjadi bagian dari budaya global. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa menonton orang lain makan bisa membuat kita lapar, meskipun kita tidak sedang merasa lapar sebelumnya?

Mukbang memadukan sensasi visual, suara, dan psikologis yang mampu memicu respons tertentu di otak kita. Ketika melihat makanan lezat di layar, otak secara otomatis membayangkan bagaimana rasanya, aromanya, hingga teksturnya.

Tidak hanya itu, suara saat makanan dikunyah juga memberikan efek ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response), yang menenangkan sekaligus meningkatkan selera makan. Kombinasi inilah yang sering membuat kita tiba-tiba merasa lapar, meskipun sebelumnya kita sudah kenyang.

Selain itu, berdasarkan penelitian secara psikologis, saat menonton konten mukbang ada aspek psikologis lain yang membuat hal itu begitu menarik. Dalam kehidupan yang serba sibuk, banyak orang merasa kesepian, terutama saat makan sendirian.

Mukbang memberikan ilusi bahwa kita sedang makan bersama seseorang, menciptakan rasa kebersamaan yang hangat. Ditambah lagi, mukbangers, yakni sebutan untuk orang yang melakukan mukbang yang secara tidak langsung memengaruhi kita untuk menginginkan pengalaman serupa.

Namun, meskipun mukbang memiliki daya tarik tersendiri, tren ini juga mengundang kontroversi. Konsumsi makanan dalam jumlah besar yang sering dilakukan oleh mukbangers bisa menormalisasi kebiasaan makan yang tidak sehat, terutama jika ditiru oleh penonton.

Selain itu, kecenderungan kita untuk ngemil saat menonton mukbang juga dapat berdampak buruk pada pola makan, terutama bagi mereka yang sedang berusaha menjaga berat badan atau mengontrol asupan kalori.

Mukbang adalah bukti bagaimana teknologi dan budaya saling memengaruhi dalam menciptakan bentuk hiburan baru. Meskipun fenomena ini memiliki sisi positif, seperti menjadi pelipur lara bagi mereka yang kesepian, kita tetap perlu menyikapinya dengan bijak. Jadi, jika kamu termasuk penggemar mukbang, pastikan untuk menikmati tontonan ini dengan kontrol diri yang baik, agar tidak tergoda makan berlebihan.***

Pasang Iklan di Divi Pro Media