Gejala dan Penyebab Gondongan, Ini dia 9 Faktor yang Penting Diperhatikan!

begini ternyata gejala dan penyebab gondongan. FOTO: Pixabay.com/divipromedia.com

Kabupaten Cirebon, divipromedia.com – Gejala dan penyebab gondongan? Gondongan, atau mumps, adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur yang berada di dekat telinga.

Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi.

Meski sering dianggap ringan, gondongan bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.

Penting untuk memahami gejala dan penyebab gondongan agar bisa segera ditangani.

Dan dalam kesempatan kali ini, akan membahas beberapa gejala dan penyebab gondongan. Simak yuk.

Berikut Adalah Beberapa Gejala dan Penyebab Gondongan:

Gejala Gondongan

Gejala gondongan biasanya muncul 2-3 minggu setelah seseorang terinfeksi virus.

Salah satu gejala yang paling khas dari gondongan adalah pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar parotis, yang terletak di bawah dan di depan telinga.

Pembengkakan ini bisa menyebabkan wajah tampak bengkak atau lebih besar di satu sisi.

Selain pembengkakan, berikut adalah beberapa gejala lain yang umum muncul pada penderita gondongan:

Demam: Demam ringan hingga tinggi sering kali mendahului pembengkakan kelenjar.

Nyeri saat mengunyah atau menelan: Gondongan menyebabkan kelenjar air liur membengkak, yang dapat menyebabkan rasa nyeri, terutama saat mengunyah makanan atau menelan.

Nyeri di sekitar telinga dan rahang: Pembengkakan kelenjar parotis dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri di sekitar telinga dan rahang.

Kelelahan dan lemas: Penderita gondongan sering kali merasa kelelahan dan tidak bertenaga selama infeksi berlangsung.

Sakit kepala dan nyeri otot: Gejala ini sering disertai dengan perasaan tidak nyaman secara umum.

Penurunan nafsu makan: Karena rasa tidak nyaman di mulut dan tenggorokan, penderita mungkin merasa kurang berselera untuk makan.

Selain gejala-gejala di atas, gondongan juga bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti orkitis (radang testis) pada pria dewasa, ooforitis (radang ovarium) pada wanita, pankreatitis, atau meningitis aseptik.

Meskipun komplikasi ini jarang terjadi, penting untuk mendapatkan penanganan medis jika gejala-gejala parah muncul.

Penyebab Gondongan

Gondongan disebabkan oleh virus mumps yang menyebar melalui cairan dari saluran pernapasan, seperti tetesan air liur atau lendir saat penderita batuk atau bersin.

Virus ini sangat mudah menular, terutama di lingkungan yang padat, seperti sekolah, tempat penitipan anak, atau rumah sakit.

Berikut adalah beberapa cara utama penyebaran virus gondongan:

Kontak langsung: Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, seperti peralatan makan atau gelas, lalu menyentuh mulut, hidung, atau mata, bisa menyebabkan infeksi.

Percikan air liur: Virus ini juga bisa menyebar melalui percikan air liur saat seseorang yang terinfeksi berbicara, batuk, atau bersin di dekat orang lain.

Berbagi peralatan pribadi: Menggunakan peralatan makan, minum, atau handuk yang sama dengan orang yang terinfeksi juga meningkatkan risiko penularan.

Gondongan lebih sering terjadi pada individu yang belum divaksinasi. Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) adalah cara paling efektif untuk mencegah gondongan.

Vaksin ini biasanya diberikan pada anak-anak usia 12-15 bulan, dengan dosis tambahan antara usia 4-6 tahun. Vaksinasi dapat mengurangi risiko infeksi dan menyebarnya virus ini di masyarakat.

Meskipun gondongan sering kali dianggap sebagai penyakit anak-anak yang ringan, penting untuk waspada terhadap gejalanya, terutama pembengkakan kelenjar parotis dan demam.

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang mudah menular melalui kontak langsung atau percikan air liur.

Dengan vaksinasi yang tepat, gondongan bisa dicegah dan komplikasi serius dapat dihindari.

Bagi mereka yang belum divaksin, menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan penderita gondongan adalah langkah penting untuk mencegah penularan.

Itulah beberapa gejala dan penyebab gondongan, yang dapat di bahas dalam artikel kali ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih. (DM2)

Pasang Iklan di Divi Pro Media