Golden Blood: Golongan Darah Paling Langka di Dunia yang Hanya Dimiliki Puluhan Orang

Golden Blood. Ilustrasi: Pixabay.com/divipromedia.com

GOLDEN blood atau darah emas adalah golongan darah paling langka di dunia, dikenal secara ilmiah sebagai Rh-null.

Jenis darah ini begitu unik karena sel darah merahnya sama sekali tidak memiliki antigen Rhesus (Rh).

Menurut laporan Kompas dan Kumparan, jumlah orang dengan darah emas diperkirakan kurang dari 50 di seluruh dunia.

Berikut Adalah Beberapa Hal dalam Mengenal Apa itu Golden Blood:

Apa Itu Golden Blood?

Secara umum, manusia memiliki empat golongan darah utama: A, B, AB, dan O. Namun, di luar itu ada sistem golongan darah lain yang lebih kompleks, salah satunya sistem Rhesus.

Dalam sistem ini, terdapat lebih dari 50 antigen yang biasanya menempel di permukaan sel darah merah. Golden blood (Rh-null) adalah kondisi ketika tidak ada satu pun antigen Rh yang hadir.

Kelangkaan ini terjadi akibat mutasi genetik yang sangat jarang. Karena sifatnya yang unik, darah emas menjadi sangat berharga dalam dunia medis, terutama untuk kebutuhan transfusi pada pasien dengan gangguan darah langka.

Mengapa Disebut Darah Emas?

Julukan “golden blood” bukan tanpa alasan. Darah ini dianggap “emas” karena:

Sangat langka: hanya sekitar 1 dari 6 juta orang yang memilikinya.

Universal untuk transfusi Rh: karena tidak memiliki antigen Rh, darah ini bisa digunakan untuk pasien dengan berbagai jenis kelainan darah yang sulit ditangani.

Nilai medis tinggi: darah emas menjadi fokus penelitian ilmuwan untuk dikembangkan di laboratorium sebagai alternatif transfusi yang lebih aman.

Tantangan Pemilik Golden Blood

Meski terdengar istimewa, memiliki darah emas juga membawa tantangan besar.

Karena jumlahnya sangat sedikit, akses terhadap donor darah Rh-null sangat terbatas.

Jika pemilik golden blood membutuhkan transfusi, mereka hanya bisa bergantung pada jaringan donor internasional yang jumlahnya sangat terbatas.

Selain itu, darah emas tidak bisa disimpan sembarangan. Proses penyimpanan dan distribusinya harus dilakukan dengan standar tinggi agar kualitas tetap terjaga.

Pentingnya Penelitian dan Kesadaran

Golden blood menjadi perhatian serius bagi dunia medis. Penelitian terus dilakukan untuk memahami lebih jauh tentang mutasi genetik yang menyebabkannya.

Harapannya, teknologi kedokteran di masa depan bisa menciptakan darah sintetis atau alternatif yang meniru sifat Rh-null, sehingga kebutuhan transfusi pasien dengan kondisi langka bisa terpenuhi.

Golden blood adalah golongan darah paling langka di dunia, hanya dimiliki kurang dari 50 orang.

Keunikannya terletak pada ketiadaan antigen Rh, menjadikannya sangat berharga untuk transfusi medis.

Meski penuh tantangan, keberadaan darah emas membuka peluang besar bagi penelitian dan inovasi kesehatan di masa depan. ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media