Guru Besar Unpatti: Perikanan Modern Kunci Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Petani membawa rumput laut hasil budidaya di Pantai Marina, Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/1/2025). (ANTARAFOTO/Hasrul Said)

Ia menambahkan jika melihat kondisi nelayan di Indonesia sendiri saat ini berada pada fase sangat memprihatinkan. Mereka masih terjerat oleh kemiskinan, baik kemiskinan kultural maupun struktural. Mereka juga terbelenggu oleh kemiskinan ekonomi, informasi, permodalan, pendidikan, kesehatan, bahkan politik.

“Untuk mengetahui tingkat pendapatan nelayan, bisa dilakukan dengan melihat proporsi produksi ikan dengan jumlah nelayan per hari. Indonesia memiliki potensi lestari sebesar 6,26 juta ton per tahun, namun produksi nelayan Indonesia per harinya hanya mencapai 5,5 kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara lain seperti Rusia (140 kilogram/nelayan/hari), Jepang (70 kilogram/nelayan/hari), dan Amerika (100 kilogram/nelayan/hari).

“Pendapatan nelayan sangat dipengaruhi oleh ketergantungan pada ekosistem yang rentan rusak, ketergantungan pada musim, ketergantungan pada pasar, intervensi pemerintah dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada nelayan sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini,” kata dia.

Maka dari itu dibutuhkan upaya pemerintah untuk memberikan semacam pengenalan, pelatihan disertai pengawasan menggunakan teknologi perikanan modern kepada para nelayan di wilayah kepulauan agar potensi perikanan dan kelautan yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik. (Ode Dedy Lion Abdul Azis/Antara) ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media