Hadapi Ancaman Kemarau, Perumda Tirta Jati Cirebon Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
CIREBON, (Divipromedia.id) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul prakiraan cuaca kering dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Direktur Perumda Tirta Jati Kabupaten Cirebon, H. Suharyadi, menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi pasokan air masih dalam status aman dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Dengan kapasitas produksi mencapai 861 liter per detik, kondisi saat ini masih aman untuk melayani seluruh pelanggan. Namun, kami tetap siaga dan menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi kemarau panjang,” ujarnya. Jumat, (10/4).
Sebagai langkah mitigasi, PDAM telah menyiapkan skenario distribusi air berbasis zona. Kebijakan ini akan diberlakukan apabila terjadi penurunan debit air secara signifikan.
“Jika debit air mengalami penurunan drastis, kami akan menerapkan sistem zonasi dalam pelayanan. Namun selama kondisi stabil, distribusi air akan tetap berjalan normal,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, PDAM Tirta Jati mengandalkan tiga sumber utama, yakni pengolahan air permukaan, pemanfaatan mata air, serta kerja sama antar PDAM di wilayah sekitar. Potensi gangguan, kata Suharyadi, umumnya terjadi pada sistem yang bergantung pada sumber air sungai.
Meski demikian, sejak beroperasinya irigasi Jatigede pada 2016, dampak penurunan debit air, khususnya di wilayah utara Kabupaten Cirebon dapat ditekan secara signifikan.
Sejumlah instalasi pengolahan air (WTP) seperti Kapetakan, Tawang Sari, Waled, Ciwaringin, hingga Babadan di Gunung Jati juga dipastikan masih dalam kondisi relatif aman.
“Alhamdulillah, suplai dari Jatigede sangat membantu menjaga stabilitas debit air, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. *** (Afif Setiawan)
