Breaking News

Indonesia Tingkatkan Ekspor Bawang Merah, Dorong Posisi Sebagai Produsen Pangan Global

Lebih lanjut, Arief menyebut bahwa pada tahun 2023, Indonesia memiliki sekitar 3,5 juta rumah tangga usaha pertanian yang bergantung pada hortikultura. Komoditas sayuran, termasuk bawang merah, cabai, dan kentang, menjadi produk unggulan hortikultura yang terus didorong ekspansinya.

“Selama tahun 2023, bawang merah menjadi penyumbang terbesar kategori sayuran dengan kontribusi mencapai 13,59 persen dari total produksi sayuran nasional,” ungkap Arief.

Pada tingkat regional, bawang merah Indonesia memiliki potensi ekspor yang signifikan, terutama ke kawasan Asia Tenggara. Thailand menjadi salah satu importir utama bawang merah Indonesia, dengan volume ekspor mencapai 6 ribu ton dan nilai transaksi sebesar 8 juta dolar AS pada tahun 2023.

Sementara itu, ekspor bawang merah ke Malaysia mengalami lonjakan yang signifikan. Pada tahun 2021, ekspor hanya mencapai 59,6 ton, namun pada tahun 2023 jumlahnya meningkat hingga 10 kali lipat, menjadi 612,8 ton.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) juga menunjukkan tren positif. Sejak Februari 2022, pemerintah konsisten menjaga NTPH di atas 100 poin. Pada September 2024, NTPH tercatat di angka 108,46, lebih tinggi dibandingkan 106,20 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Arief menambahkan bahwa indeks harga yang diterima petani hortikultura, termasuk bawang merah, pada September 2024 mencapai 135,02, meningkat dibandingkan 127,94 pada September 2023. “Ini menandakan kesejahteraan petani terus membaik, seiring dengan peningkatan ekspor bawang merah yang terus kami dorong,” tutup Arief. (DM1)

Exit mobile version