Kapolri Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Tengah Konflik Global, Dukung Diplomasi Presiden Prabo
JAKARTA, (divipromedia) – Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga persatuan bangsa, terutama di wilayah Sumatera Selatan. Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian Safari Ramadan yang digelar di halaman Mapolda Sumatera Selatan, Palembang, Sabtu (7/3/2026).
Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap langkah diplomasi internasional yang tengah dilakukan Presiden Prabowo Subianto guna mendorong perdamaian dunia di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran Kapolri beserta rombongan disambut meriah dengan iringan musik hadroh serta pengalungan sorban oleh Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari jajaran Forkopimda Sumsel, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga perwakilan serikat pekerja.
Dalam suasana penuh keakraban, Jenderal Sigit membuka sambutannya dengan membalas pantun dari tuan rumah yang disambut tepuk tangan para undangan.
“Jembatan Ampera warnanya merah, melintasi sungai namanya Musi. Safari Ramadan membawa berkah, menjalin erat tali silaturahmi,” ujar Kapolri.
Soroti Upaya Diplomasi Indonesia
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini aktif melakukan berbagai langkah diplomasi untuk meredakan konflik global yang terjadi di Timur Tengah.
Menurutnya, Presiden Prabowo terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pemimpin negara guna mencari solusi damai atas eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar di kawasan tersebut.
“Bapak Presiden melakukan berbagai macam upaya diplomatik, menghubungi beberapa negara untuk berdiskusi bagaimana caranya agar peristiwa yang terjadi di Timur Tengah ini segera bisa berakhir,” kata Sigit.
Ia menilai dukungan dari ulama dan umara di dalam negeri sangat penting agar posisi Indonesia tetap kuat dalam percaturan internasional.
Dampak Konflik Global ke Ekonomi
Kapolri juga menyinggung situasi global pasca-serangan di pangkalan militer di Timur Tengah yang memicu gangguan pada jalur logistik energi dunia, termasuk di Selat Hormuz. Kondisi tersebut berdampak pada lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional.
“Kalau harga ini kemudian terus tidak terkendali, implikasi dan dampaknya juga akan terjadi di dalam negeri,” ujarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kekompakan antara TNI, Polri, ulama, serta seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi dampak krisis global.
Optimistis Indonesia Mampu Lewati Krisis
Jenderal Sigit optimistis Indonesia mampu melewati berbagai tantangan global jika seluruh elemen bangsa tetap bersatu. Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sempat mengguncang ekonomi dunia.
Menurutnya, sinergi kuat antara pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat mampu menjaga stabilitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi tetap positif.
“Kita bisa kembali, ekonomi kita bisa tumbuh saat itu. Bahkan kita berada di negara nomor satu atau nomor dua di negara-negara G20. Dan itu semua bisa terjadi karena kita semua bersatu,” tegasnya.
Dorong Swasembada Pangan dan Energi
Menutup arahannya, Kapolri mengajak masyarakat untuk mendukung program swasembada pangan dan energi sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, kemandirian menjadi kunci agar Indonesia tidak mudah terpengaruh tekanan dari luar.
“Mari kita berdoa bersama, kita berikhtiar bersama agar semua tantangan yang sedang kita hadapi ini bisa kita lalui. Kita dorong program swasembada pangan dan energi agar kita bisa berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya. ** Redaksi
