Kemenkeu Yakin Surplus Neraca Dagang Jadi Sinyal Positif Ekonomi 2025

Petugas berjalan di samping peti kemas di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (15/1/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr

China masih menjadi tujuan utama ekspor Indonesia (26,4 persen), diikuti Amerika Serikat (11,22 persen), dan Jepang (6,59 persen).

Di sisi lain, kinerja impor juga mengalami peningkatan, baik secara nilai (11,07 persen yoy) maupun volume (3,37 persen yoy).

Nilai impor Indonesia tahun 2024 tercatat sebesar 233,66 miliar dolar AS, utamanya disumbang oleh impor bahan baku/penolong dan barang modal. Hal itu sejalan dengan aktivitas ekspor yang menunjukkan menunjukkan peningkatan pada sektor industri pengolahan.

Artinya, lanjut Febrio, kinerja industri manufaktur dalam negeri cukup terjaga pada sepanjang tahun 2024.

Adapun menurut komoditas, impor mesin/perlengkapan elektrik dan mesin/peralatan mekanis tercatat tumbuh, sedangkan komoditas besi dan baja tercatat mengalami kontraksi.

Ke depan, Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, meningkatkan daya saing produk ekspor nasional, serta memperluas diversifikasi mitra dagang utama.

“Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tan-angan dan ketidakpastian global yang semakin kompleks,” ujar Febrio. (Imamatul Silfia/Antara) ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media