Breaking News

Kuasa Hukum dan Rekan Gus Miftah Klarifikasi Terkait Video Viral

JAKARTA, divipromedia.comKuasa hukum Gus Miftah, Herdian Saksono, memberikan klarifikasi terkait video yang tengah viral di media sosial.

Menurut Herdian, tindakan yang dilakukan kliennya dalam video tersebut hanya merupakan gaya penyampaian dakwah atau syiar, bukan sesuatu yang dimaksudkan untuk menghardik.

“Itu adalah guyonan atau gaya bahasa dalam penyampaian syiar, sebuah cerita yang disampaikan dengan pertanda-pertanda. Gus Miftah memaknainya sebagai intermeso untuk menarik perhatian khalayak ramai,” ujar Herdian.

Senada dengan Herdian, Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, juga memberikan pembelaan.

Ia, yang turut hadir dalam kajian tersebut, menyatakan bahwa tindakan Gus Miftah tidak bermaksud kasar dan murni merupakan gaya komunikasi spontan.

“Saya melihat itu spontan. Itu bagian dari komunikasi Gus Miftah dengan bakul atau jemaah. Guyonan biasa, jadi wajar-wajar saja,” ungkap Gus Yusuf.

Lebih lanjut, Gus Yusuf juga menambahkan bahwa Gus Miftah sering membeli dagangan para bakul untuk melarisi jualan mereka.

Ia meminta agar masyarakat tidak hanya melihat cuplikan video yang beredar tanpa memahami konteks keseluruhan.

“Kalau bisa, datang langsung ke majelisnya agar lebih paham bagaimana cara beliau berinteraksi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Video yang menjadi sorotan ini berasal dari acara Magelang Bersholawat Bersama Gus Miftah Habiburrohman, Gus Yusuf Chudlori, dan Habib Zaidan Bin Yahya di Lapangan Drh. Soepardi, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2024).

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik yang diunggah akun Twitter @pelangi77__, Gus Miftah terlihat sedang memberikan tausiyah di hadapan ribuan jamaah.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah sempat merespons seorang jamaah yang meminta agar ia membeli dagangan seorang pedagang es teh di tengah kerumunan. Gus Miftah pun menanyakan stok es teh yang dijual oleh pedagang tersebut sambil bergurau.

“Es tehmu sih akeh nggak? Ya kono didol goblk (Es teh kamu masih banyak tidak? Ya segera dijual sana, goblk),” ujar Gus Miftah, yang sontak memancing tawa jamaah, termasuk para tokoh yang berada di atas panggung.

Ia kemudian melanjutkan dengan mengatakan, “Dolen disik, engko lek urung payu yo wid, takdir (Jual dulu, nanti kalau belum laku ya sudah, takdir).”

Ceramah Gus Miftah dan Tasawuf Pedagang Kecil

Setelah bergurau, Gus Miftah membagikan kisah tasawuf tentang pedagang es teh dan bakso yang memiliki doa berbeda terkait cuaca. Menurutnya, doa mereka tetap dikabulkan meski dalam bentuk yang berbeda.

“Es nggak laku, tapi badan sehat, pulang-pulang istri hamil, ya itu nikmat,” ujar Gus Miftah dalam bahasa Jawa, yang kembali disambut gelak tawa jamaah.

Hingga berita ini diturunkan, Gus Miftah belum memberikan tanggapan langsung terkait viralnya video tersebut. (DM1)

Exit mobile version