Gaya Hidup

Laptopan di Kafe: Tren, Etika, dan Tips Biar Nggak Diusir

KAFE kini bukan cuma tempat nongkrong dan ngopi santai. Banyak orang memanfaatkannya sebagai “kantor kedua” terutama freelancer, pelajar, atau pekerja remote yang butuh suasana baru untuk kerja atau belajar.

Tren laptopan di kafe pun makin populer, terutama di kota-kota besar. Tapi, kalau kamu salah sikap, bisa-bisa malah jadi tamu yang nggak diharapkan.

Supaya tetap nyaman dan nggak bikin kesal barista atau pengunjung lain, ada baiknya kamu tahu dulu etika dan tips laptopan di kafe.

Berikut Beberapa Tips Laptopan di Kafe yang Wajib Kamu Tahu:

1. Pilih kafe yang memang ramah ‘laptopan’

Nggak semua kafe nyaman buat buka laptop berjam-jam.

Beberapa tempat memang sengaja menyediakan banyak colokan listrik, wifi gratis, dan suasana tenang.

Tapi ada juga yang didesain untuk ngobrol santai tanpa gangguan gadget. Sebaiknya cek dulu reputasi atau suasana tempatnya, bisa dari review online atau sekadar intip sebelum masuk.

2. Jangan duduk berjam-jam cuma pesan satu minuman

Ini salah satu keluhan utama para pemilik kafe. Duduk 3–4 jam cuma pesan segelas kopi jelas nggak adil.

Kafe juga butuh omzet dari meja yang kamu pakai. Idealnya, beli makanan atau minuman tambahan setiap 1–2 jam sekali. Ini juga bentuk apresiasi kamu terhadap tempat yang udah kasih kenyamanan.

3. Jangan rebut semua stop kontak

Kalau kamu bawa charger laptop, HP, dan mungkin powerbank, jangan asal colok semuanya sekaligus, apalagi kalau colokan terbatas.

Pakai seperlunya, dan kalau memungkinkan, bawa splitter sendiri. Jangan lupa juga untuk izin dulu ke barista kalau kamu mau pakai colokan di dekat area bar atau dapur.

4. Jaga volume dan suara

Biarpun lagi Zoom meeting atau denger musik buat fokus, pastikan suara kamu atau perangkatmu nggak mengganggu pengunjung lain.

Gunakan headset, hindari video call yang terlalu lama dan keras, dan jangan bikin kafe terasa kayak ruang kerja pribadi.

5. Jangan ubah suasana jadi kantor pribadi

Kamu boleh produktif, tapi hindari hal-hal seperti menyebar banyak dokumen di meja, memindahkan kursi seenaknya, atau membawa printer portable.

Kafe tetap tempat umum, bukan coworking space privat.

Rini Juniati
Reporter
Exit mobile version