Menuju Haul Agung Sunan Gunung Jati 2026, Korem 063/SGJ Gaungkan Persatuan dan Kebersamaan
CIREBON, divipromedia.id– Korem 063/Sunan Gunung Jati (SGJ) memperkuat komunikasi dan sinergitas kebangsaan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, akademisi hingga keluarga Keraton Cirebon.
Pesan penting mengemuka dalam Silaturahmi Kebangsaan yang digelar di Aula Sunan Gunung Jati Makorem 063/SGJ, Jalan Brigjen Dharsono (By Pass), Kota Cirebon, Rabu (9/9/2026).
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat, forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan penting terkait pelaksanaan Haul Agung Sunan Gunung Jati tahun 2026.
Melalui musyawarah bersama yang melibatkan Forkopimda, para Sultan dan keluarga Keraton Cirebon, tokoh agama, tokoh masyarakat serta unsur terkait lainnya, disepakati bahwa Haul Agung Sunan Gunung Jati 2026 akan dilaksanakan pada 19 September 2026.
Kesepakatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga harmonisasi antara nilai-nilai keagamaan, budaya, sejarah dan kearifan lokal masyarakat Cirebon.
Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir dan turut berkontribusi dalam forum tersebut.
“Kehadiran Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian merupakan suatu kehormatan bagi kami, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Danrem.
Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi lintas elemen menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas serta kondusivitas wilayah.
Dalam diskusi, berbagai aspek terkait pelaksanaan Haul Agung Sunan Gunung Jati turut dibahas, khususnya mengenai penentuan tanggal pelaksanaan.
Pembahasan dilakukan dengan mengedepankan musyawarah, kebersamaan, keharmonisan serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Cirebon.
Kesepakatan 19 September 2026 selanjutnya diharapkan menjadi pedoman bersama bagi seluruh pihak dalam mempersiapkan rangkaian Haul Agung Sunan Gunung Jati.
Lebih dari sekadar penentuan agenda kegiatan, forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, keluarga Keraton Cirebon, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasrem 063/SGJ Letkol Inf M. Yusron, S.A.P., Dandim 0614/Kota Cirebon, Wakapolres Cirebon, unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Cirebon, para Sultan dan keluarga Keraton Cirebon, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan serta tamu undangan lainnya.
Danrem 063/SGJ juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan forum silaturahmi tersebut sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan, menyatukan visi dan memperkuat komunikasi.
“Dengan komunikasi yang baik dan sinergitas yang kuat, kita bersama-sama menjaga kondusivitas, kedamaian serta persatuan masyarakat di wilayah Cirebon,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Versi ini sengaja menempatkan kesepakatan tanggal 19 September 2026 sebagai poin utama, sehingga nilai beritanya lebih kuat dan pembaca langsung mendapatkan informasi terpenting sejak paragraf awal.**Afif Setiawan
