Pemkab Cirebon Perluas Jejaring Global, Dubes Bulgaria Tertarik Ekspor Rotan dan Furniture

Bupati Cirebon Imron saat menyerahkan cinderamata kepada Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova didampingi Komisioner Perdagangan Bulgaria untuk Indonesia, Daniel Dobrev (paling kanan) di Ruang Paseban Gedung Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (14/04/2026). /* (Heru)

CIREBON, (divipromedia.id) – Pemerintah Kabupaten Cirebon semakin serius membuka akses pasar internasional. Hal ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, bersama Kepala Perdagangan Kedutaan Besar Bulgaria, Daniel Dobrev, guna menjajaki kerja sama strategis di sektor ekonomi dan perdagangan. Kunjungan yang berlangsung, Selasa (14/04/2026) di Ruang Paseban Kantor Bupati Cirebon.

Agenda diplomasi ekonomi untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Bulgaria di tingkat daerah. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Cirebon, Imron, beserta jajaran Pemerintah Daerah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang investasi, perdagangan, serta pengembangan produk unggulan daerah. Selain diskusi bilateral, rombongan Kedutaan Besar Bulgaria juga melakukan peninjauan ke sentra industri lokal untuk melihat langsung potensi produksi di Kabupaten Cirebon.

Bupati Imron menegaskan, kunjungan ini merupakan pertemuan kedua dengan pihak Bulgaria sekaligus langkah konkret memperkuat kerja sama yang lebih berkelanjutan. Ia menyoroti sejumlah komoditas unggulan Cirebon, seperti furniture, rotan, dan kerajinan manik kerang, yang dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar global.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada realisasi investasi dan peningkatan ekspor yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Suhartono, mengungkapkan bahwa hubungan dagang antara Cirebon dan Bulgaria sebenarnya telah terjalin sejak 2010. Namun, dalam dua tahun terakhir (2024–2025), terjadi penurunan ekspor, khususnya pada komoditas rotan dan furniture.

“Fokus kami saat ini adalah mendorong kembali ekspor furniture. Di sisi lain, produk alas kaki menunjukkan tren peningkatan, bahkan alat musik asal Cirebon sudah berhasil menembus pasar Bulgaria,” jelasnya.

Ia menambahkan, produk rotan Cirebon masih memiliki pasar kuat di Asia, Australia, hingga Amerika. Dengan potensi tersebut, optimisme untuk menembus pasar Eropa, termasuk Bulgaria, dinilai tetap terbuka lebar.

Hartono menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap pertemuan ini, bisa terbangun kerja sama konkret yang mampu membuka akses pasar global, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan, harapanya. *** (Heru)

Pasang Iklan di Divi Pro Media