Pemkab Cirebon Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Lewat Program Sakola Budaya

Program Sakola Budaya

CIREBON, (divipromedia.com). – Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Melalui kerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, digelar Program Sakola Budaya selama tiga hari kedepan, mulai 3 hingga 6 November 2025, bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menjadi wahana edukatif bagi generasi muda untuk memahami dan menghayati nilai-nilai budaya daerah.

Plt Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari warisan leluhur.

“Melalui tema ‘Budaya Kita Inspirasi Generasi’, kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenal budaya leluhur, tetapi juga menjadikannya sumber inspirasi dalam kehidupan modern,” ujar Amin.

Menurutnya, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan memastikan agar nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup, dinamis, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Cirebon. Sebanyak tujuh karya budaya daerah berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, yakni Batik Ciwaringin, Tahu Gejrot, Memayu Buyut Trusmi, Muludan Tuk Balong Kramat, Penganten Tebu Cirebon, Syawalan Gunung Jati, dan Adus Sumur Pitu.

Dengan penetapan ini, jumlah total WBTB asal Cirebon mencapai 20 karya budaya. Kabupaten Cirebon juga mencatat prestasi sebagai pengusul terbanyak di Jawa Barat tahun ini, dengan 15 usulan karya budaya, di mana 14 di antaranya telah ditetapkan sebagai WBTB tingkat provinsi.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa Cirebon merupakan salah satu pusat kebudayaan di Jawa Barat. Sudah sepatutnya kita merasa bangga sekaligus terpanggil untuk terus menjaga dan melestarikannya,” tegas Amin.

Selain kegiatan edukatif, program Sakola Budaya juga diisi dengan kunjungan pelajar ke Museum Pangeran Cakrabuana, sebagai upaya mengenalkan sejarah daerah sejak dini.

Museum tersebut kini dibuka secara gratis bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses literasi budaya.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Restu Gunawan, M.Hum, turut mengapresiasi langkah BPK Wilayah IX dalam menginisiasi kegiatan ini.

“Program Sakola Budaya menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk berdialog, berkolaborasi, dan memperkuat jejaring dalam menjaga warisan budaya bangsa,” ungkap. *(Afif Setiawan)

Pasang Iklan di Divi Pro Media