Daerah

Pengusaha Perhotelan Gelisah, Keluhkan Omzet Menurun Tahun 2025

CIREBON, (divipromedia.com) — Pelaku usaha perhotelan di Kabupaten Cirebon kembali menyuarakan kegelisahannya terkait sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap turunnya tingkat hunian hotel sepanjang 2025.

Kebijakan tersebut meliputi larangan study tour, efisiensi anggaran perjalanan dinas, serta penerapan kawasan tertib bebas asap rokok (KTR).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cirebon, Idah Kartika, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat kontras dengan capaian tahun-tahun sebelumnya. Pada periode 2023–2024, tingkat kunjungan hotel di Kabupaten Cirebon berada pada kondisi yang sangat baik, dengan okupansi (tingkat keterisian atau hunian), mencapai 90 persen pada akhir pekan (weekend) dan 80 persen pada hari kerja (weekday).

“Tetapi memasuki awal hingga mendekati akhir tahun 2025, terjadi penurunan yang sangat drastis. Tingkat pengunjung jauh sekali bila dibandingkan tahun sebelumnya. Banyak hotel yang kini kesulitan mencapai setengah dari okupansi normal,” jelas Idah, saat di konfirmasi, Jum’at, (21/11).

Idah menilai berbagai kebijakan pembatasan dari pemerintah menjadi salah satu faktor utama lesunya industri perhotelan.

Exit mobile version