Pramono Anung dan Rano Karno Naik Opelet saat Daftar ke KPUD Jakarta

Pramono Anung dan Rano Karno Naik Opelet saat Daftar ke KPUD Jakarta. /divipromedia.com

Pramono Anung dan Rano Karno

JAKARTA, divipromedia.com – Pasangan Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, hari ini dijadwalkan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.

Keunikan terjadi ketika pasangan yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memilih untuk menuju KPUD dengan menggunakan opelet.

“Kami naik opelet. Jadi mungkin, InsyaAllah, saya sama Mas Pram naik opelet, karena memang ingin yang berbeda dan dekat dengan rakyat,” ujar Rano,, Rabu (28/8/2024).

BACA JUGA

“Tujuannya adalah agar masyarakat bisa merasakan suasana yang meriah, dan memberikan pesan bahwa kami datang membawa semangat kebersamaan,” tambah Rano, yang terkenal sebagai pemeran utama dalam sinetron legendaris ‘Si Doel Anak Sekolahan’.

Benar saja, Pramono dan Rano benar-benar tiba di KPUD Jakarta dengan menggunakan opelet antik yang menjadi ikon dalam sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’.

Pramono dan Rano duduk di kursi penumpang, sementara di belakang mereka, tampak iring-iringan massa pendukung mengiringi perjalanan mereka.

Opelet yang digunakan oleh pasangan ini adalah Morris Minor 1000 Traveller, sebuah kendaraan klasik asal Inggris yang telah ada sejak tahun 1920-an. Kendaraan ini memiliki nilai historis yang tinggi dan menjadi simbol nostalgia bagi banyak warga Jakarta.

Menurut beberapa sumber, penamaan “opelet” sendiri memiliki beberapa versi. Salah satunya menyebutkan bahwa “opelet” adalah kependekan dari “Opel Let” (Opel Kecil).

Versi lain menyebutkan bahwa nama “opelet” muncul karena kesulitan masyarakat Indonesia dalam mengucapkan “Chevrolet”, merek mobil asal Amerika Serikat yang juga eksis di Indonesia pada masa itu.

Rano Karno pernah mengungkapkan bahwa Morris Minor 1000 Traveller tahun 1957 miliknya ini dibeli tanpa surat-surat lengkap, karena hanya digunakan sebagai properti syuting.

Ia juga menambahkan bahwa mobil yang dikenal sebagai “peninggalan” Babe Sabeni itu pernah ditawar dengan harga Rp 1 miliar, namun Rano memilih untuk tidak melepasnya. (DM1)

Pasang Iklan di Divi Pro Media