RSUD Waled Diterpa Gelombang Keluhan di Medsos, Warganet Desak Evaluasi Layanan dan Penanganan Pasien BPJS

RSUD Waled

CIREBON, (divipromedia.com). — Jagat media sosial heboh setelah akun TikTok Losar_info mengunggah foto RSUD Waled dengan caption bernada kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. Postingan berjudul “Keluarga Pasien Kecewa!!! Laporkan humas BPJS RSUD Waled ke manajemen, kurang menghargai pasien” itu langsung menyedot perhatian publik dan memicu gelombang kritik. Kamis, (11/12).

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah menghasilkan 1.401 komentar, 9.262 suka, 686 kali disimpan, serta 1.899 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi curahan pengalaman negatif pengguna layanan RSUD Waled, khususnya terkait penanganan pasien BPJS dan pelayanan gawat darurat.

Beberapa komentar bernada keras muncul dari warganet. Akun Fadila Selviyana menuliskan rasa takut setiap kali harus berobat ke RSUD Waled.

“Kalau ke sini tuh kaya kita nyerahin nyawa ke malaikat.”

Keluhan soal proses layanan BPJS juga mengemuka. Akun Dwi Handayani menulis, “Rumah sakit serem kalau kepengurusan BPJS sulit dan dibebelit. Laporin aja langsung ke KDM…”

Akun Tina Ismaya bahkan menyebut RSUD Waled sebagai “rumah sakit terburuk di dunia”. Sejumlah komentar lain menggambarkan pengalaman buruk di IGD, termasuk tuduhan pelayanan lambat, tidak responsif, dan sikap petugas yang dianggap tidak ramah.

Keluhan paling emosional datang dari akun sempakteles, yang menuturkan pengalaman membawa neneknya ke IGD. Ia mengklaim keluarganya harus menunggu berjam-jam tanpa penanganan:

“Nenekku disuruh tunggu di depan IGD, nggak disediain kursi roda atau brankar. Sudah masuk IGD pun nggak diapa-apain sama dokter. Pas sakaratul maut baru dikasih oksigen.”

Netizen lain, Nuni W N, menuding RSUD Waled lebih mengutamakan pembayaran dibanding keselamatan.

“Anak saya sudah pucat, kejang-kejang, tapi disuruh pakai umum. Buat apa BPJS kalau tiap bulan bayar.”

“Saya dekat dengan RS Waled tapi lebih pilih RS Ciremai. Pelayanannya bagus semua.” ujar akun Liya ceLLysta.

Gelombang kritik semakin deras, hingga beberapa warganet meminta agar kasus ini diviralkan agar mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat dan Menteri Kesehatan.

Akun Gym’Broo213 menulis, “Viral-in aja biar tembus ke KDM dan Menteri Kesehatan. Biar di-audit kinerja penanganan BPJS-nya.”

Akun Yhan Tholle menyebut masalah pelayanan di RSUD Waled sebagai “tradisi dari zaman baheula”.

Beberapa komentar lain juga menyinggung dugaan adanya perbedaan pelayanan antara masyarakat umum dan “keluarga orang dalam”.

Di tengah arus kritik, sebagian warganet memberikan kesaksian yang berbeda. Akun dd_dindut mengaku selalu mendapat pelayanan baik selama bertahun-tahun menjalani transfusi di RSUD Waled.

“Alhamdulillah sering ke RSUD Waled, baik semua susternya. Pelayanannya ramah banget, malah dijaga kayak keluarga.”

Namun suara positif tersebut tak mampu meredam mayoritas keluhan yang bermunculan. Hingga saat ini, pihak manajemen RSUD Waled belum bisa memberikan keterangan prihal kejadian tersebut. **Afif Setiawan

Pasang Iklan di Divi Pro Media