Sport Science untuk Target Besar Bulu Tangkis di Olimpiade LA 2028

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat menghadiri peluncuran Platform PBSI Sport Science Analytics di Pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Cipayung, Jakarta Timur, Senin (13/1/2025). (ANTARA/HO-Kemenpora RI)

Platform “PBSI Sport Science Analytics” yang diluncurkan pada awal tahun 2025 berfungsi sebagai pangkalan data kondisi atlet, catatan kejadian yang berhubungan dengan kesehatan, kebugaran dan cedera, serta rekomendasi intervensi dan program pengembangan dari tim pendukung yang meliputi tim medis, fisioterapi, dan nutrisi.

Fitur-fitur utama dalam platform ini adalah input data terintegrasi, logbook dari bidang-bidang, dan komparasi atlet.

Pada tahap pengembangan selanjutnya, platform ini dapat menyambungkan informasi dari tim pendukung kepada tim pengguna informasi, seperti pelatih teknik, pelatih fisik, fisioterapis, dokter, hingga nutrisi dan gizi, mencatat bagaimana intervensi dijalankan, serta dampaknya terhadap performa atlet.

“Ini semua merupakan ikhtiar dalam menyiapkan dan memfasilitasi para atlet untuk mencapai prestasi tertinggi di Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan platform ini, program latihan dapat dirancang secara tailor-made dan sesuai dengan kondisi masing-masing atlet,” kata Ketua Umum PP PBSI M Fadil Imran.

Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran pertama kondisi atlet yang menjadi baseline bagi pengembangan database ke depan.

Atlet yang sedang berada di pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjalani serangkaian tes yang terdiri atas pengukuran profil medis umum, profil antropometri atau dimensi tubuh manusia. Semua itu mencakup mencakup ukuran, proporsi, dan komposisinya, profil kebutuhan nutrisi, profil kebugaran dan tingkat kelelahan, komponen biomotor, serta screening aspek fisioterapis untuk mencatat riwayat cedera, ruang gerak sendi, otot, dan kontraksi maksimal otot.

“Sport science sendiri meliputi pemanfaatan sains sehingga program latihan dan intervensi lainnya lebih terukur, terdata, dan tertata. Apalagi dibantu dengan platform yang memungkinkan semua data dan informasi terintegrasi dalam satu tempat, sehingga perencanaan latihan dapat lebih akurat,” ujar Koordinator Tim Pendukung PBSI Nanang Kusuma.

Untuk tahap berikutnya sudah disiapkan screening psikologis sebagai dasar pemberian latihan mental, kemudian screening performa teknik untuk mengetahui secara kuantitatif dari technical error atau enforced error.

Terakhir adalah pematangan perangkat lunak untuk menentukan strategi yang dipersiapkan menghadapi setiap pertandingan. Metode ini akan menggunakan basis algoritma kecerdasan buatan (AI).

Pasang Iklan di Divi Pro Media