Tanggap Dingin: Panduan Efektif Menyelamatkan Korban Hipotermia
“Isi botol dengan air hangat dan letakkan di area ketiak, leher, atau selangkangan, tempat di mana pembuluh darah besar berada, agar panas lebih cepat menyebar,” katanya.
Apabila orang yang mengalami hipotermia masih dalam keadaan sadar, ia melanjutkan, makanan tinggi kalori dan minuman hangat non-alkohol dan non-kafein bisa diberikan untuk membantu menghangatkan kembali tubuhnya.
“Minuman hangat seperti teh manis atau cokelat panas. Makanan tinggi kalori seperti cokelat atau kacang juga bisa membantu tubuh menghasilkan panas,” katanya.
Setelah upaya untuk membantu menghangatkan kembali tubuh dilakukan, dokter Faisal menyarankan kondisi penderita hipotermia diperiksa untuk mengetahui apakah suhu tubuhnya sudah kembali ke kisaran normal (36-37°C).
Menurut dia, denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasannya juga sebaiknya diperiksa.
“Hipotermia bisa menyebabkan gangguan ritme jantung (aritmia) dan tekanan darah rendah. Amati apakah ada tanda gangguan kognitif seperti kebingungan atau bicara tidak jelas, yang bisa menunjukkan cedera akibat dingin atau komplikasi lainnya,” kata dia.
Ia menyampaikan bahwa resusitasi jantung dan paru-paru atau pijat jantung harus segera dilakukan kalau orang yang mengalami hipotermia sudah tidak merespons, bernapas sangat pelan, atau bahkan tidak bernapas.
Dalam kondisi yang demikian, orang yang bersamanya harus berusaha secepat mungkin meminta pertolongan dari tenaga profesional. (Sri Dewi Larasati/Antara) ***
