Wabup Cirebon Tinjau Lokasi Banjir di Waled, Dua Solusi Penanganan Permanen
KABUPATEN CIREBON, (divipromedia.com). — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan banjir yang berulang di Kecamatan Waled, khususnya di Desa Mekarsari dan Gunungsari. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman (Jigus), usai meninjau sejumlah titik banjir bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Unsur Forkopimda dan Forkopicam, Jumat (21/11).
Dalam keterangannya, Wabup menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kondisi banjir yang hampir terjadi setiap pekan di dua desa tersebut.
“Saya mewakili Pak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Cirebon, didampingi Kepala BBWS, meninjau langsung titik-titik banjir di Waled. Pemerintah daerah tentu memberikan bantuan kepada warga terdampak sekaligus memastikan langkah-langkah jangka panjang dapat segera direalisasikan,” ujar Wabup.
Wabup Agus menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Camat Waled, para kepala desa, serta BBWS untuk mematangkan rencana penanganan. Dari hasil peninjauan dan diskusi, terdapat dua solusi utama yang tengah disiapkan, Pembangunan Tiga Pintu Air di Desa Gunungsari
Pintu air ini akan difokuskan pada tiga titik rawan untuk mengatur aliran dan tekanan air.
“Insya Allah BBWS akan segera merealisasikan pembangunan tiga pintu air tersebut. Ini menjadi prioritas pertama,” kata Wabup.
Langkah Kedua Pembuatan Sodetan dari Mekarsari ke Saluran Pembuang Putat Sodetan ini nantinya akan mengalirkan air langsung ke Sungai Ciberes agar genangan cepat terbuang.
“Sodetan ini diharapkan bisa meminimalkan banjir yang kerap terjadi 30-35 kali dalam setahun di dua desa itu. Dengan saluran pembuang yang tepat, air tidak akan lama tergenang,” jelasnya.
Wabup juga menjelaskan bahwa kondisi topografi dua desa tersebut menyerupai cekungan seperti “piring”, sehingga air mudah tertampung dan sulit keluar tanpa saluran tambahan.
Terkait Anggaran dan Realisasi, untuk pembangunan tiga pintu air, BBWS memastikan dapat segera memulai pelaksanaan.
Sementara itu, untuk proyek sodetan, pemerintah daerah menunggu hasil musyawarah dengan perangkat desa dan camat mengingat adanya kebutuhan pembebasan lahan warga.
“Penanganan sodetan memerlukan koordinasi dengan desa karena terkait lahan masyarakat. Kami ingin semuanya berjalan dengan baik dan tanpa menimbulkan persoalan baru,” tambah Wabup. **Hafiz
