Waspada! Bibit Siklon Tropis 99S, Ujar BPBD DIY

Ilustrasi - Awan mendung di atas Kota Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom/aa. (.)

Dia mengatakan kawasan Kali Progo juga sering mengalami peningkatan debit air saat hujan lebat, yang dapat mengancam permukiman di sekitar bantaran sungai.

“Sebetulnya kalau hujan lebat yang kita khawatirkan itu adalah lahar hujan. Jadi di puncak Merapi itu nanti kan kawahnya akan berisi air, terus dia akan mengalirkan lahar hujan ke sepanjang sungai-sungai yang bermuara ke Merapi,” tutur dia.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono menjelaskan, berdasarkan analisis atmosfer terkini menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi di DIY.

Pihaknya mendeteksi adanya Bibit Siklon “9S di Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara dan bibit siklon “93S” di Timur perairan Australia sehingga memperkuat pola angin baratan di wilayah Indonesia.

“Terpantau pola pumpunan angin (konvergensi) di sebagian besar Pulau Jawa bagian utara sehingga mendukung terbentuknya pertumbuhan awan konvektif di wilayah tersebut,” tutur Warjono. (Luqman Hakim/Antara) ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media