Yonden Akuisisi 25% Saham HGII, Dorong Pengembangan Energi Hijau di Indonesia
Namun demikian, pada tahap selanjutnya setelah bisnis HGII berkembang, pihaknya berharap agar memperoleh dividen di masa depan.
Ia melanjutkan, kolaborasi dengan HGII membuka peluang untuk pengembangan bisnis Yonden di Indonesia dan juga negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
“Kami optimistis, pertumbuhan ekonomi dan populasi penduduk di Indonesia akan mendorong konsumsi listrik,” ujar Ikeda.
Dengan potensi yang tinggi, pihaknya memproyeksikan bauran energi terbarukan di Indonesia akan terus berkembang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia.
“Dalam jangka panjang, energi terbarukan diharapkan dapat menjadi sumber utama pasokan listrik di Indonesia,” ujar Ikeda.
Shikoku Electric Power Company, Incorporated (Yonden) merupakan perusahaan ketenagalistrikan asal Jepang yang memiliki pembangkit listrik dengan total kapasitas 5.322 megawatt (MW) per 31 Maret 2024, serta memiliki pembangkit termal dan nuklir.
Perusahaan yang tercatat di Tokyo Stock Exchange dengan kode saham TYO:9507 ini juga memiliki pembangkit energi terbarukan, yaitu hidro dengan total kapasitas 1.155 MW dan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2 MW.
Sementara itu, PT Hero Global Investment Tbk (HGII) memiliki dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) melalui anak perusahaannya yaitu PT Seluma Clean Energy dan PT Bina Godang Energi, yang mana PLTM Parmonangan-1 berkapasitas 9 MW dan PLTM Parmonangan-2 berkapasitas 10 MW di Sumatra Utara.
HGII juga telah berinvestasi dengan saham minoritas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu dengan kapasitas 3 MW di Riau. (Muhammad Heriyanto/Antara) ***
