3 Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta Paparkan Solusi Kemacetan dalam Debat Perdana
“Kita hanya punya waktu lima tahun. Jangan sampai hanya berwacana tanpa realisasi. Apa yang sudah direncanakan harus segera dieksekusi, bukan lagi sekadar diskusi,” tegas Dharma, yang juga mantan purnawirawan Polri.
Dharma menekankan pentingnya perbaikan manajemen transportasi sebagai langkah awal mengatasi kemacetan.
Pendapat Para Ahli: Solusi Realistis atau Tantangan Baru?
Ketua Institut Studi Transportasi (INSTRAN), Darmaningtyas, menilai bahwa gagasan Ridwan Kamil dan Pramono Anung cukup realistis untuk dilaksanakan.
Ia menekankan bahwa ide transportasi sungai yang diusulkan Ridwan Kamil memiliki landasan hukum yang kuat dan dapat diimplementasikan, meskipun membutuhkan investasi besar dan pengelolaan sungai yang baik.
“Transportasi sungai ini sudah pernah direncanakan pada masa Gubernur Sutiyoso, dan kini tinggal dilanjutkan. Namun, pengelolaan debit air menjadi tantangan utama agar transportasi ini tetap berfungsi di musim kemarau dan penghujan,” jelas Darmaningtyas.
Sedangkan untuk gagasan Pramono, Darmaningtyas mendukung perpanjangan rute Transjabodetabek, yang sudah memiliki dasar hukum dalam UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan agar pengguna kendaraan pribadi di wilayah Bodetabek beralih ke angkutan umum.
“Subsidi transportasi harus diperluas ke wilayah Bodetabek agar layanan Transjabodetabek bisa terwujud,” tambahnya.
Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Publik Economic and Law Studies (Celios), menyoroti tantangan besar dari setiap program yang diusulkan. Ide transportasi sungai, misalnya, meskipun menarik, akan menghadapi masalah sedimentasi dan pencemaran sungai.
