Antusias Masyarakat : Menyasikan Film Ajian Kemat Jaran Guyang di CSB XXI Cirebon

Menyasikan Film Ajian Kemat Jaran Guyang

Menyasikan Film Ajian Kemat Jaran Guyang

Divipomedia.com, KABUPATEN CIREBON – Film “Ajian Kemat Jaran Guyang” yang diproduksi oleh putra-putri daerah asal Cirebon, Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024, telah berhasil memikat hati penonton dengan keunikan dan keindahan ceritanya. Film ini merupakan adaptasi dari cerita legenda Cirebon yang sarat dengan unsur budaya lokal.

Terpantau, masyarakat sambangin CSB XXI Cirebon, untuk nonton bareng film Ajian Kemat Jaran Guyang produksi putra-putri daerah Cirebon, Senin, (15/7).

Saat di konfirmasi usai menonton pemutaran film tersebut, “Film ini benar-benar luar biasa! Sangat jarang kita menemukan film yang bisa menggabungkan unsur horor dan komedi dengan begitu mulus. Ceritanya menarik dan akting para pemainnya sangat mengesankan”.ujar sumarno.

Menurutnya, Ini adalah bukti bahwa putra-putri daerah Cirebon memiliki talenta luar biasa dalam dunia perfilman, tutur, Sumarno usai menonton Film Ajian Kemat Jaran Guyang, di CSB XXI Cirebon, Senin, (15/7).

BACA JUGA

dilanjutkan, Dadi (32) asal Lemahabang Kabupaten Cirebon, mengungkapkan, “tidak menyangka awalnya, bahwa film ini di garap atau produksi dari putra-putri daerah Cirebon”.

Ketika, saya mengecek di media sosial instagram, banyak posting Film Ajian Kemat Jaran Guyang. Itu, baru saya yakin bahwa film ini telah di garap oleh orang Cirebon. Ujarnya.

Tidak panjang kali lebar dan banyak rumus, saya dan keluarga langsung berangkat bergegas untuk menyaksikan film ini.

“Kesan pada film ini, sangat ada pesan untuk kehidupan sehari-hari di lingkungan atau bermasyarakat. Tidak boleh menyombongkan diri, harus saling menghormati dan saling membantu satu dengan lainnya. Kemudian, gambar jernih”. Secara pribadi dan keluarga, sangat bangga dan perlu di apresiasi karyannya.

Komentar dan tanggapan, masyarakat sekitar dan luar daerah usai pemutaran Film Ajian Kemat Jaran Guyang saat di konfirmasi, Senin, (15/7/24).

“Film ini sangat menghibur! Ceritanya unik dan mengangkat budaya lokal. Bangga dengan karya anak bangsa”, tutur, Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon Siti (28), asal Jakarta.

Sinematografinya keren, dan akting para pemainnya sangat alami. Recommended”, tutur, Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon Andi (26), asal Bandung.

“Jarang ada film horor yang juga lucu seperti ini. Kreatif banget”, tutur, karyawan swasta di salah satu mall Cirebon, Rani (30), asal Semarang.

“Bener-bener nostalgia dengan legenda Cirebon. Salut buat tim produksi”, Ungkap, salah satuniman Budi (32), asal Cirebon.

“Horror dan komedinya pas banget. Nggak nyesel nonton”, tutur, Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon, Wawan (24), asal Yogyakarta,

“Karya lokal yang menginspirasi. Semoga makin banyak film seperti ini.”, tutur Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon, Maya (27), asal Bali.

“Ajian Kemat Jaran Guyang bikin saya ketawa sekaligus merinding. Luar biasa”, kata, Salah satu Mahasiswi di Fakultas Cirebon, Rizki (25), asal Medan.

“Film yang membanggakan. Ceritanya kuat dan kental dengan nuansa lokal.”, tutur salah satu karyawan swasta di Cirebon, Ika permata (27), asal Makassar.

“Horor dan komedi, kombinasi yang tidak biasa tapi berhasil di film ini.” – Pedagang sembako Dina (36), asal Malang.

“Saya suka plot twist-nya. Seru dan bikin penasaran!”, unjar, Mahasiswa Yusuf, (22), asal Palembang.

“Aktornya memerankan karakter dengan sangat baik. Salut!”, tutur, pedagang fashion Anwar (32), asal Pontianak.

TONTON JUGA

“Latar belakang ceritanya sangat kental dengan budaya Cirebon. Wajib nonton!”, ujar, Mahasiswi di salah satu Fakultas Cirebon, Yuni (23), asal Semarang.

“Penggabungan horor dan komedi yang brilian. Bikin merinding tapi ketawa.” Tutur, salah satu Mahasiswa fakultas Cirebon, Arif (21), asal Banjarmasin.

“Ini baru film Indonesia yang beda dari biasanya. Kreatif dan menghibur”, unjar, salah satu mahasiswi fakultas Cirebon, Lia (22), asal Balikpapan.

“Cerita rakyat Cirebon yang diangkat ke layar lebar. Inovatif!” M, ujar, salah satu mahasiswa, Eka (24), asal Pekanbaru.

“Film ini memberikan warna baru di dunia perfilman Indonesia. Thumbs up!” tutur, salah satu mahasiswi di fakultas Cirebon, Agus (23), asal Manado.

“Sebuah karya seni yang tidak hanya menghibur tapi juga mendidik.”, tutur, pengusaha di wilayah Cirebon Hendra (45), asal Batam.

“Saya dan keluarga sangat menikmati film ini. Lucu dan menyeramkan!”, unjar Ujang (37), asal Indramayu.

“Kombinasi horor dan komedinya sangat pas. A must-watch!”, Pengusaha online di wilayah Cirebon, Farid (36), asal Tasikmalaya.

“Bangga dengan film karya anak daerah yang mengangkat budaya lokal. Sukses selalu!”, Ujar, pedagang fashion, Irma (40), asal Padang

” Ga bakal menyesal, untuk nonton film ini. Bakal terhibur dan merasa bangga karya lokal bisa masuk dan di tayangkan bioskop. Buka hal, yang mudah untuk prosesnya, semoga sukses “,tutur Andika (34), asal Majalengka. (DM1)

Pasang Iklan di Divi Pro Media