Percepat Betonisasi, Pemkab Cirebon Pacu Pertumbuhan Ekonomi
CIREBON, (Divipromedia.id) – Perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas fisik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, menyampaikan, pembangunan jalan menjadi salah satu faktor kunci dalam memperlancar arus distribusi barang dan jasa, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
“Perbaikan jalan ini tidak hanya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat agar lebih lancar dan efisien,” ujar Sunanto, Senin (13/4).
Berdasarkan data per April 2025, total panjang jalan kabupaten di Cirebon mencapai 1.240,30 kilometer. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 189,20 kilometer jalan dalam kondisi tidak mantap, termasuk 152,96 kilometer rusak berat.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada biaya logistik yang tinggi, keterlambatan distribusi hasil pertanian, serta menurunnya daya saing pelaku usaha lokal.
Dengan dilaksanakannya program perbaikan jalan secara masif, khususnya melalui metode betonisasi, diharapkan hambatan tersebut dapat diminimalkan.
“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya transportasi menurun, dan distribusi barang menjadi lebih cepat. Hal ini tentu berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan sekitar 80 persen pekerjaan peningkatan jalan menggunakan metode betonisasi, sementara 20 persen sisanya menggunakan pengaspalan (hotmix).
Metode betonisasi dipilih karena dinilai lebih tahan terhadap beban berat dan memiliki umur pakai yang lebih panjang dibandingkan aspal.
Selain meningkatkan kualitas jalan, kebijakan ini juga dinilai lebih efisien dalam jangka panjang karena biaya perawatan yang relatif lebih rendah.
Pembangunan jalan yang lebih baik memberikan dampak langsung terhadap sektor ekonomi masyarakat. Akses yang lancar memungkinkan distribusi barang dan jasa menjadi lebih cepat dan efisien.
Petani dapat dengan mudah membawa hasil panen ke pasar, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lebih leluasa dalam mengembangkan jaringan pemasaran.
“Perbaikan jalan di wilayah strategis akan memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi, mulai dari peningkatan aktivitas perdagangan hingga terbukanya lapangan kerja,” kata Sunanto.
Selain itu, proyek pembangunan jalan juga turut menyerap tenaga kerja lokal, sehingga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengalokasikan anggaran sebesar Rp205.619.720.600.
Selain itu, dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Program Inpres Jalan Daerah serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Beberapa ruas jalan yang telah mendapatkan bantuan antara lain Arjawinangun–Suranenggala dan Sindanglaut–Pabuaran, serta ruas Cilengkrang–Tonjong hingga Tonjong–Leuwiasem.
Secara keseluruhan, perbaikan jalan di Kabupaten Cirebon ditargetkan selesai secara bertahap hingga tahun 2030, sejalan dengan target pemerintah provinsi.
Dinas PUTR memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, mulai dari pemilihan material, teknologi konstruksi, hingga pengawasan di lapangan.
“Kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari pembangunan jalan ini, baik dari sisi kemudahan akses maupun peningkatan kesejahteraan,” ujar Sunanto.
Di tengah proses pembangunan yang berlangsung, masyarakat diimbau untuk turut mendukung kelancaran pekerjaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersabar, mematuhi arahan petugas, menggunakan jalur alternatif jika tersedia, serta menghindari area pekerjaan demi keselamatan bersama,” pungkasnya. ***
