Cabai dan Minyak Mahal, Warga Cirebon Mulai Rem Belanja
CIREBON, (Divipromedia.id) – Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Cirebon kembali merangkak naik pada awal pekan ini. Kenaikan paling terasa terjadi pada kelompok cabai, bawang, dan minyak goreng kemasan, yang mulai membebani pengeluaran masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Selasa (5/5/2026), lonjakan harga terjadi di pasar tradisional, terutama pada komoditas hortikultura.
Bawang merah menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan harga mencapai Rp45.900 per kilogram atau naik 8,13 persen dalam sehari. Disusul cabai merah besar yang kini dijual Rp51.700 per kilogram, naik 4,55 persen.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang menembus Rp55.550 per kilogram (naik 3,45 persen) dan cabai merah keriting yang naik 2,03 persen menjadi Rp50.250 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan tercatat naik tipis 0,43 persen ke level Rp23.250 per kilogram.
Di sisi lain, minyak goreng curah justru mengalami penurunan 0,87 persen menjadi Rp22.700 per kilogram.
Pantauan di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Cirebon menunjukkan kenaikan harga cabai dan bawang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Meski aktivitas jual beli tetap berlangsung normal, perilaku konsumen mulai berubah.
“Cabai memang naik lagi, terutama rawit hijau. Pembeli sekarang banyak yang mengurangi jumlah belinya,” ujar Maryam (37), pedagang sayuran, Selasa pagi.
Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh pasokan yang tidak stabil dari daerah sentra produksi. Faktor cuaca juga berpengaruh terhadap kualitas dan jumlah panen, sehingga berdampak pada harga di tingkat pasar.
Hal serupa diungkapkan Oji (51), pedagang sembako. Ia menyebut kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan, meski tidak signifikan.
“Kalau minyak kemasan naik sedikit, tapi curah malah turun. Sekarang pembeli banyak beralih ke curah karena lebih murah,” katanya.
Sementara itu, sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil. Harga beras tidak mengalami perubahan, dengan beras kualitas medium I berada di angka Rp15.350 per kilogram dan beras kualitas super I di Rp17.100 per kilogram.
Stabilitas juga terjadi pada gula pasir. Gula premium masih bertahan di harga Rp19.400 per kilogram, sedangkan gula lokal Rp18.700 per kilogram.
Untuk komoditas protein, pergerakan harga cenderung fluktuatif namun tidak signifikan. Daging sapi kualitas 1 naik tipis 0,26 persen menjadi Rp155.550 per kilogram, dan kualitas 2 naik 0,31 persen ke Rp146.400 per kilogram.
Sebaliknya, harga daging ayam ras turun 0,68 persen menjadi Rp36.400 per kilogram, diikuti telur ayam ras yang turun 1,06 persen menjadi Rp28.050 per kilogram.***







