Mitos atau Fakta: Makanan Pedas Bisa Merusak Lambung?
Bagi penggemar rasa pedas, peringatan seperti “jangan kebanyakan makan pedas, nanti lambungmu rusak!” pasti sudah tidak asing.
Tapi, apakah benar makanan pedas bisa merusak lambung? Atau ini cuma mitos yang terus dipercaya dari zaman ke zaman?
Untuk menjawabnya, kita perlu mengenal si biang pedas yakni capsaicin, senyawa aktif dalam cabai yang menimbulkan sensasi panas dan terbakar di lidah.
Melansir dari beberapa sumber, capsaicin memang menstimulasi reseptor rasa sakit, tapi di sisi lain juga memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan bahkan membantu membakar kalori lebih cepat.
Faktanya, bagi orang dengan lambung sehat, makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan kerusakan lambung.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa capsaicin bisa merangsang produksi lendir pelindung lambung, yang membantu mencegah iritasi dinding lambung akibat asam.
Namun, ceritanya berbeda bagi kamu yang memiliki riwayat gangguan pencernaan seperti maag, GERD, atau tukak lambung.
Dalam kondisi tersebut, makanan pedas bisa memperburuk gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau perut perih.
Jadi, bukan makanan pedas yang menyebabkan kerusakan, tapi kondisi lambung yang sudah sensitif membuat makanan pedas terasa “berbahaya.”
