Danantara Ungkap Sentimen: Menembus Dinamika IHSG di Era Ekonomi Digital

Jajaran pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam Meet The Team Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (24/03/2025). ANTARA/Muhammad Heriyanto/pri.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap fase koreksi selalu membuka jalan bagi pemulihan yang lebih kuat. Pasar akan menemukan keseimbangannya kembali.

Ketika sentimen kembali pulih dan dana global mulai kembali masuk, mereka yang mampu bertahan dan bersikap rasional akan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Dalam konteks ini, langkah pemerintah membentuk Danantara dianggap sebagai upaya strategis untuk memastikan bahwa ketika pemulihan datang, Indonesia sudah memiliki kendaraan institusional yang siap menampung dan mengarahkan investasi jangka panjang secara produktif.

Di sisi lain Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menekankan pentingnya bagi pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari hasil penjualan barang ke luar negeri khususnya dari sektor perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, mineral, batubara, dan minyak bumi.

Selanjutnya, pemerintah juga harus meningkatkan keuntungan hasil transaksi jasa di sektor pariwisata, serta pungutan tenaga kerja Indonesia di luar negeri dengan gaji tinggi (white collar).

Maka dengan sinergi antara stabilitas makroekonomi, kebijakan fiskal yang hati-hati, dan pembentukan institusi yang kredibel, pasar modal Indonesia akan memiliki peluang untuk bangkit lebih cepat dan tumbuh secara berkelanjutan. (Hanni Sofia/Antara) ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media