DLH Cirebon: Tanpa Perubahan Perilaku, Sampah Tak Akan Terselesaikan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., M.Si./* (Foto: Wahyu Arif/ Divipro Media)

CIREBON, (Divipromedia.id) – Persoalan sampah di Kabupaten Cirebon kini menjadi sorotan serius. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menegaskan, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan solusi teknis, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat sejak dari rumah.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, menyebut kondisi sampah saat ini membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif dari semua pihak. Ia menegaskan, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah bisa menjadi solusi besar jika dilakukan secara konsisten.

“Masalah sampah ini tidak akan selesai tanpa kolaborasi. Mulai dari hal paling sederhana, yakni memilah sampah dari rumah plastik, anorganik, dan organik,” tegasnya, Senin, (13/04/26).

Menurutnya, pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat tanpa memerlukan lahan luas. Metode biopori menjadi salah satu solusi praktis yang bisa diterapkan di lingkungan rumah tangga.

“Biopori itu sederhana dan tidak butuh lahan besar. Sampah organik bisa diolah jadi pupuk,” jelasnya.

DLH menargetkan ke depan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan drastis. Bahkan, hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang akan berakhir di TPA.

“Kita ingin ke depan yang masuk ke TPA hanya residu saja. Ini penting agar tidak terus membutuhkan lahan baru,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dede juga mengungkap potensi ekonomi dari sampah, terutama plastik yang kini memiliki nilai jual tinggi. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke bahan ramah lingkungan.

“Plastik sekarang mahal. Mari kembali ke kebiasaan lama, pakai daun jati atau daun pisang untuk bungkus makanan, karena lebih mudah terurai,” katanya.

DLH berharap kesadaran masyarakat terus meningkat agar persoalan sampah tidak semakin membebani lingkungan. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon yang bersih dan asri.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama. Tanpa itu, persoalan sampah akan terus menjadi ancaman,” pungkasnya. ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media