Harga Plastik Meroket, Wabup Jigus Gaungkan Gerakan Kembali ke Daun Jati dan Pisang
CIREBON, (Divipromedia.id) – Kenaikan harga plastik menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mendorong perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat. Warga kini diimbau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke bahan alami seperti daun jati dan daun pisang sebagai pembungkus makanan.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar respons terhadap kenaikan harga, tetapi juga bagian dari strategi menekan lonjakan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
“Persoalan sampah sudah menjadi isu serius yang harus ditangani bersama. Kami mengimbau masyarakat mulai mengurangi plastik sekali pakai,” ujar Wabup yang sering di. Panggil Jigus, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, masyarakat Cirebon sejatinya memiliki kearifan lokal yang telah lama terbukti ramah lingkungan. Salah satunya terlihat pada tradisi kuliner nasi jamblang yang menggunakan daun jati sebagai pembungkus makanan.
“Ini bukan hal baru. Kita punya budaya yang bisa dihidupkan kembali. Daun jati dan daun pisang selain mudah didapat, juga jauh lebih ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Jigus, Pemkab Cirebon juga mulai bergerak dengan langkah konkret. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, melakukan pemetaan titik-titik sampah liar sebagai dasar penanganan yang lebih sistematis.
Hasil sementara menunjukkan terdapat sedikitnya 40 titik sampah liar di Kabupaten Cirebon, dengan rincian 22 titik di wilayah barat dan 18 titik di wilayah timur. Data ini akan menjadi acuan dalam penertiban serta pengelolaan sampah ke depan.
“Kami sudah petakan titik-titik sampah liar. Ini penting agar penanganan bisa lebih terarah dan efektif,” jelas Jigus.
Lanjut Jigus selain penertiban, pemerintah juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Di sisi lain, lonjakan harga plastik turut dirasakan pelaku usaha, khususnya pedagang makanan. Kondisi ini justru dinilai sebagai peluang untuk mendorong penggunaan kemasan alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
“contoh mulai dari hal kecil, seperti mengganti plastik dengan daun. Kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya akan besar bagi lingkungan,” pungkas Jigus. ***
