Enam Pengurus Inti dan Satu Dewan Pembina Mundur Serempak : Begini Jawaban Ketua KONI Kabupaten Cirebon
Dari sisi pembiayaan, ia memastikan bahwa mundurnya pengurus tidak memengaruhi jalannya program. “Anggaran KONI sudah aman di angka Rp8 miliar. Jadi kegiatan tetap berjalan,” tambah Sutardi.
Ia juga menekankan bahwa KONI ke depan harus diisi oleh sosok-sosok yang benar-benar memiliki komitmen dan pemahaman terhadap dunia olahraga.
Sementara itu, salah satu pengurus yang mengundurkan diri, Fajar Sutrisno, menyatakan bahwa keputusannya didasari oleh kesibukan sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon.
“Di KONI itu menuntut kehadiran. Tapi saya fokus di pekerjaan utama. Saya khawatir tidak maksimal di KONI, jadi saya mundur,” ujar Fajar.
Hal senada disampaikan oleh Galih Yuana Darmanto Utomo, yang menyebut beban pekerjaan menjadi pertimbangan utama.
“Saya sudah jarang hadir di rapat, tapi tetap menerima honor. Rasanya tidak etis. Jadi saya memilih mundur,” ucap Galih, yang diketahui baru sembilan bulan menjabat, pungkasnya. **(Afif/divi) .
