Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan “Sekolah Maung”, Rekrut Siswa Berprestasi Mulai Mei 2026

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto : Humas Pemprov Jawa Barat)

JAWA BARAT, (divipromedia.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggulirkan program Sekolah Manusia Unggulan (Sekolah Maung) yang diinisiasi Gubernur Dedi Mulyadi. Program ini ditujukan khusus bagi pelajar berprestasi, baik akademik maupun nonakademik, dan akan mulai menerima siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk lulusan SMP dan sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan Sekolah Maung dirancang sebagai sekolah unggulan yang juga memberikan layanan pendidikan khusus bagi siswa dengan potensi istimewa. “Ini upaya menghadirkan pendidikan berkualitas sekaligus menjawab kebutuhan layanan khusus bagi peserta didik,” ujarnya, Senin, (27/4/2026).

Seleksi Ketat, Gabungkan Prestasi Akademik dan Bakat

Pendaftaran Sekolah Maung dijadwalkan dimulai pada Mei 2026, lebih awal dari SPMB reguler yang berlangsung Mei–Juni. Sekolah ini tidak membangun gedung baru, melainkan mengoptimalkan sekolah yang sudah ada melalui skema transformasi bertahap.

Seleksi siswa dilakukan melalui dua jalur:

  • Akademik : berdasarkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Kementerian Pendidikan.
  • Non-Akademik : mengacu pada prestasi di bidang olahraga, seni, hingga inovasi, termasuk karya yang telah memiliki hak kekayaan intelektual.

Daya tampung dirancang lebih ideal, yakni maksimal 32 siswa per kelas dengan total hingga 12 rombongan belajar. Jumlah ini lebih kecil dibanding sekolah reguler yang umumnya mencapai 36–42 siswa per kelas.

Libatkan Kampus Ternama, Terbatas di 13 Daerah

Untuk tingkat SMK, program Sekolah Maung sementara akan diterapkan di 13 kabupaten/kota yang mewakili cabang dinas pendidikan.

Konsepnya tengah dimatangkan dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Pendidikan Indonesia, serta praktisi pendidikan dan alumni sekolah.

Secara total, sebanyak 40 SMA dan SMK negeri di Jawa Barat diproyeksikan menjadi percontohan program ini.

Ketua I Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Jawa Barat, Agam Supriyanta, menyebut Sekolah Maung diarahkan untuk mencetak generasi kompetitif melalui kurikulum berbasis minat dan bakat. “Ke depan, semua sekolah berpeluang menjadi Sekolah Maung dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Sumber Dana dan Opsi bagi Siswa Tak Lolos

Pendanaan Sekolah Maung berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dukungan APBD Pemprov Jawa Barat, serta peluang partisipasi masyarakat.

Bagi siswa yang tidak lolos seleksi, tetap dapat mendaftar ke sekolah negeri reguler. Pemprov juga membuka opsi kerja sama dengan sekolah swasta untuk menampung calon siswa yang belum diterima. ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media