Indonesia AI Day 2024: Dorong Kedaulatan AI dan Kemandirian Digital Berbasis AI untuk Indonesia
AI Day 2024
JAKARTA, divipromedia.com – Tribrata Jakarta menjadi saksi digelarnya Indonesia AI Day 2024, konferensi besar yang diprakarsai oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan GoTo, dengan dukungan penuh dari NVIDIA.
Momen ini semakin istimewa dengan kehadiran eksklusif Jensen Huang, Founder dan CEO NVIDIA yang kerap dijuluki “Manusia Rp2000 Triliun.”
Huang hadir langsung untuk memberikan dukungannya pada acara yang bertujuan memajukan kedaulatan AI di Indonesia ini. Jumat, (15/11).
Indonesia AI Day 2024 membawa misi besar, yakni memberdayakan Indonesia menuju kemandirian digital berbasis kecerdasan buatan (AI).
Di acara ini, diperkenalkan Sahabat-AI, sebuah ekosistem Large Language Model (LLM) berbasis open-source yang secara khusus dikembangkan dalam Bahasa Indonesia serta beberapa bahasa daerah.
Platform ini dibangun dengan teknologi NVIDIA NeMo dan NVIDIA NIM, memungkinkan sektor industri, pemerintah, perguruan tinggi, dan pusat riset di Indonesia untuk menciptakan aplikasi AI generatif yang memahami konteks lokal.
Jensen Huang: AI Sebagai Cerminan Budaya Lokal
“Peluncuran Sahabat-AI menandai langkah awal perjalanan AI di Indonesia dan menunjukkan bagaimana LLM dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan bahasa dan budaya kita yang unik,” ujar Huang.
Menurutnya, budaya gotong royong khas Indonesia membuka ruang kolaborasi antara sektor industri, peneliti, dan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan teknologi AI yang bermanfaat luas bagi masyarakat.
“Kecerdasan buatan akan mendemokratisasi teknologi. Ini adalah penyeimbang yang hebat. Teknologinya rumit, tetapi manfaatnya tidak,” lanjut Huang.
Vikram Sinha, CEO IOH, turut menambahkan bahwa Sahabat-AI bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan juga representasi dari visi Indonesia menuju masa depan kedaulatan digital.
“Dengan menghadirkan AI yang berbicara dalam bahasa kita dan mencerminkan budaya kita, kita memberdayakan setiap orang Indonesia untuk memanfaatkan potensi teknologi,” katanya.
Inisiatif ini dipandang sebagai langkah penting dalam mewujudkan AI sebagai alat pemberdayaan dan inovasi di seluruh lapisan masyarakat.
