Indonesia Tingkatkan Ekspor Bawang Merah, Dorong Posisi Sebagai Produsen Pangan Global

Foto Ilustrasi usai panen bawang merah/divipromedia.com

Ekspor Bawang Merah

JAKARTA, divipromedia.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa Indonesia terus berupaya untuk mengokohkan posisinya sebagai produsen pangan global, dengan salah satu komoditas unggulannya yakni bawang merah.

Arief mengungkapkan bahwa bawang merah telah menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, khususnya ke Malaysia dan beberapa negara lainnya, mencerminkan potensi besar Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia.

“Kami berharap Indonesia dapat menjadi salah satu produsen pangan global,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Sabtu (11/10).

Ia menjelaskan bahwa ekspor pangan dilakukan ketika kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi, memastikan ketahanan pangan domestik tetap terjaga. Menurut Arief, pemerintah secara aktif mendorong peningkatan potensi produk pangan Indonesia agar tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga merambah ke pasar internasional.

“Kami terus mendorong komoditas pangan yang memiliki surplus produksi untuk bisa berekspansi dan memenuhi kebutuhan pasar internasional,” tambah Arief.

Selain itu, Arief menekankan bahwa visi menjadikan Indonesia sebagai produsen pangan dunia sejalan dengan komitmen Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia menargetkan pencapaian tersebut paling lambat empat tahun setelah Prabowo resmi dilantik pada 20 Oktober mendatang.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian periode 2019-2023, Indonesia kini berada di posisi ke-33 sebagai eksportir bawang merah di pasar global, dengan rata-rata nilai ekspor mencapai 9,46 juta dolar AS per tahun. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 44,87 persen dibandingkan periode 2017-2021, saat Indonesia berada di peringkat ke-35 dengan nilai ekspor rata-rata 6,53 juta dolar AS per tahun.

“Menurut proyeksi neraca pangan nasional yang disusun Bapanas, Indonesia memproduksi sekitar 1,35 juta ton bawang merah setiap tahunnya, dengan konsumsi dalam negeri mencapai 1,16 juta ton. Hal ini berarti terdapat surplus sekitar 186 ribu ton yang berpotensi untuk diekspor,” jelas Arief.

Pasang Iklan di Divi Pro Media