Kesaksian Aep dan Dede Palsu : Siapa Dalang di Balik Kasus Vina dan Eky
Kesaksian Aep dan Dede Palsu
Divipromedia.com, JAKARTA – Kasus Vina dan Eky 2016 silam, masih jadi pertanyaan publik pasalnya Pegi Setiawan korban salah tangkap, akibat dua saksi kasus Vina dan Eky 2016 silam yang memberikan informasi atau kesaksian palsu.
Terkait hal tersebut, Psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, ” Dua saksi yaitu Aep dan Dede harus dikorek agar memberikan informasi yang benar dan berkualitas kepada pihak penyedik agar kasus ini terang benderang”,tuturnya, Minggu (14/7).
Menurut Reza memaparkan, Paling potensial merusak proses penegakan hukum dan pengungkapan kebenaran adalah pengakuan. Sebab, pengakuan rentan mengalami distorsi dan fragmentasi.
BACA JUGA
“Jadi, polisi tetap harus memastikan apakah Aep dan Dede memberikan pengakuan yang sebenarnya atau pengakuan palsu (false confession atau FC). Jangan taken for granted bahwa mereka berdua sudah jujur sejujur-jujurnya,” Tegas Reza.
Salah satu jenis FC adalah voluntary FC. Dia menyebut orang yang memberikan pengakuan palsu seperti itu bisa dilatarbelakangi oleh keinginan menutup-nutupi kesalahan atau pelaku lain, katanya.
“Ada pula tipe coerced false confession. Keterangan palsu diberikan karena tekanan pihak eksternal, baik berupa iming-iming maupun intimidasi,” tuturnya.
Reza mengatakan kemampuan polisi secara global dalam mengungkap kasus pembunuhan mengalami penurunan. Padahal, kata dia, teknologi investigasi semakin canggih.
Sedangkan dalam kasus Vina Cirebon, dia melihat para pelaku bukan sindikat kriminal. Reza memandang ada kesembronoan sistemik yang bersisian dengan solidaritas membabi buta pada diri para penyidik, sehingga abai terhadap kaidah investigasi saintifik.
