Pemerintah Kabupaten Cirebon Perkuat Komitmen Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Tangani Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Divipromedia.com, KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam menangani masalah stunting dan kemiskinan ekstrem yang masih menjadi tantangan serius di daerah tersebut.
Dalam upaya ini, Bupati Cirebon, Wahyu, mengungkapkan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan untuk mengatasi dua isu krusial ini.
“Kita berupaya agar tidak ada lagi kasus stunting baru. Dan, kita juga berupaya bagaimana caranya agar kemiskinan ekstrem bisa diselesaikan,” ujar Wahyu dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Bupati, Rabu (31/7).
BACA JUGA
Bupati Wahyu menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon tidak hanya fokus pada penanganan stunting dan kemiskinan, tetapi juga berupaya meningkatkan ekosistem bisnis di wilayah tersebut. Salah satu langkah strategis yang sedang disusun adalah peningkatan penerbitan jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kita ingin ekonomi kita berkembang. Ingin memancing generasi muda untuk lebih banyak berusaha, sehingga kita coba pancing dengan memperbanyak NIB, sehingga mereka bisa lebih yakin dalam mengembangkan usahanya,” jelas Wahyu.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon berharap dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Peningkatan penerbitan NIB diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, khususnya bagi generasi muda, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cirebon.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon menunjukkan keseriusan dan komitmen dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan mandiri. Unjar, H. Wahyu.
TONTON JUGA
Berdasarkan komitmen Pemerintah kabupaten Cirebon, dalam penanganan stunting tertuang pada RPJMD tahun 2019-2024 sesuai dengan visi kabupaten Cirebon “berbudaya, sejahtera, agamis, maju dan aman,”
Rapat evaluasi percepatan penanganan stunting selama 2023 lalu, di kantor Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Kamis (11/1/2024).
Berdasarkan data, prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon tercatat sebanyak 7,97 persen atau 13.535 balita. Hal tersebut berdasarkan hasil bulan penimbangan balita tahun 2023.
Sementara, berdasarkan survei status gizi Indonesia, prevalensi stunting Kabupaten Cirebon sebanyak 18,6 persen, dan target pada 2024 ini sebesar 14 persen. (DM1)
