Kota Takikawa: Meresapi Keajaiban Musim Dingin, Tempat Salju Menari di Hokkaido

Kota Takikawa dilihat dari atas saat siang hari, Kamis (30/01/2025). (ANTARA/Dyah Dwi Astuti)

Lampion dibuat oleh warga lokal, dengan desain bermacam-macam, dari kucing, ular, hingga kartun. Cara membuat lampion adalah pilih kantong kertas dengan warna sesuai selera, lalu gunting atau gunakan pisau pemotong untuk memotong kertas dengan desain yang diinginkan.

Lalu lapiskan kantong kertas berwarna putih di bagian dalam kantong kertas berwarna dan lem dengan baik agar menempel di seluruh bagian. Agar lebih cantik, tempelkan pernak pernik potongan kertas di bagian kantong luar.

Lampion yang sudah jadi selanjutnya diisi salju hingga beberapa centimeter sebagai pemberat agar dapat berdiri dan tidak terhempas angin, kemudian letakkan lilin di atas salju dan nyalakan.

Festival lampion pertama kali digelar pada 2003 dan sejak itu menjadi daya tarik utama Takikawa saat musim dingin.

Belum lengkap berkunjung ke Takikawa kalau belum menikmati hidangan khasnya berupa jingisukan atau daging domba yang dibakar bersama dengan bawang bombai serta sayuran, seperti labu, wortel dan taoge yang disiram saus kecap asin. Setelah daging matang dapat dimakan dengan sayuran dan nasi. Sungguh sedap.

Sudah makan makanan gurih, saatnya mencari kudapan manis untuk pencuci mulut. Toko-toko kue menjadi lokasi yang harus dikunjungi karena beragam kue, seperti castella dan dorayaki memiliki cita rasa yang lezat karena dibuat dari bahan berkualitas tinggi.

Hokkaido yang menyumbang sekitar 50 persen produksi susu di Jepang, terkenal dengan produk-produk susu dan olahannya yang kaya rasa dan lembut.

Untuk itu, walau di suhu minus, jangan sampai melewatkan mencoba es krim dan yoghurt yang terbuat dari susu segar.

Takikawa memang kota yang kecil, tapi tidak pernah terasa membosankan. (Dyah Dwi Astuti/Antara) ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media