Menhub Cek langsung, Terminal 2F Bandara Khusus Keberangkatan Haji Kloter Pertama

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau kesiapan Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto: Kemenhub)

JAKARTA, (Divipromedia.id) – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, meninjau langsung kesiapan Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (21/4/2026),
yang telah ditetapkan sebagai terminal khusus pelayanan jemaah haji dan umrah. Peninjauan ini dilakukan menjelang dimulainya operasional Angkutan Haji Tahun 2026, dengan kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026.

Dalam kunjungannya, Menhub memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung telah siap guna menunjang kelancaran proses keberangkatan jemaah. Terminal 2F dirancang sebagai pusat layanan terpadu untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kenyamanan bagi para calon jemaah.

“Terminal 2F ini disiapkan secara khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah, sehingga seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan kenyamanan. Kami ingin memastikan semua aspek operasional benar-benar siap sebelum kloter pertama diberangkatkan,” ujar Dudy.

Pada musim haji tahun ini, Indonesia akan memberangkatkan sebanyak 221.000 jemaah secara bertahap hingga Mei 2026. Proses pemberangkatan dilakukan melalui 14 embarkasi dengan total 525 kelompok terbang (kloter), menjadikannya sebagai salah satu operasi transportasi terbesar berskala nasional.

Menhub menegaskan, penyelenggaraan angkutan haji bukanlah operasi biasa karena melibatkan koordinasi lintas sektor dalam skala besar.

“Kita memindahkan lebih dari 221 ribu jemaah dari berbagai daerah. Karena itu, aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Kementerian Perhubungan juga memastikan kesiapan operasional penerbangan haji yang didukung oleh dua maskapai utama, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Keduanya mengerahkan puluhan armada pesawat untuk melayani ratusan kloter penerbangan selama musim haji berlangsung.

Selain kesiapan armada, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan penerbangan. Di antaranya melalui penguatan pengawasan keselamatan lewat ramp check pesawat, kesiapan bandara embarkasi, hingga koordinasi internasional guna mengantisipasi potensi kendala operasional.

“Kami memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi, mulai dari kelaikudaraan pesawat hingga kesiapan maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkasnya. ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media