Mitos atau Fakta: Makanan Pedas Bisa Merusak Lambung?

Ilustrasu makanan pedas. Foto: Freepik

Bagi penggemar rasa pedas, peringatan seperti “jangan kebanyakan makan pedas, nanti lambungmu rusak!” pasti sudah tidak asing.

Tapi, apakah benar makanan pedas bisa merusak lambung? Atau ini cuma mitos yang terus dipercaya dari zaman ke zaman?

Untuk menjawabnya, kita perlu mengenal si biang pedas yakni capsaicin, senyawa aktif dalam cabai yang menimbulkan sensasi panas dan terbakar di lidah.

Melansir dari beberapa sumber, capsaicin memang menstimulasi reseptor rasa sakit, tapi di sisi lain juga memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan bahkan membantu membakar kalori lebih cepat.

Faktanya, bagi orang dengan lambung sehat, makanan pedas tidak secara langsung menyebabkan kerusakan lambung.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa capsaicin bisa merangsang produksi lendir pelindung lambung, yang membantu mencegah iritasi dinding lambung akibat asam.

Namun, ceritanya berbeda bagi kamu yang memiliki riwayat gangguan pencernaan seperti maag, GERD, atau tukak lambung.

Dalam kondisi tersebut, makanan pedas bisa memperburuk gejala seperti nyeri ulu hati, mual, atau perut perih.

Jadi, bukan makanan pedas yang menyebabkan kerusakan, tapi kondisi lambung yang sudah sensitif membuat makanan pedas terasa “berbahaya.”

Selain kondisi lambung, cara kamu makan pedas juga berpengaruh.

Makan pedas dalam jumlah berlebihan, dalam keadaan perut kosong, atau digabung dengan makanan berlemak bisa memperparah ketidaknyamanan.

Minum soda setelah makan pedas juga bisa memperburuk efeknya karena meningkatkan gas dan tekanan dalam lambung.

Lalu, apakah makanan pedas merusak lambung? Jawabannya: bisa iya, bisa tidak, tergantung kondisi tubuhmu.

Kalau sistem pencernaanmu sehat dan kamu tahu batasnya, makanan pedas sebenarnya tidak berbahaya.

Jadi, jangan buru-buru menyalahkan cabai atas segala keluhan lambung. Bisa jadi, yang perlu diperbaiki adalah pola makannya, bukan rasa pedasnya. ***

Rini Juniati
Reporter
Pasang Iklan di Divi Pro Media