Pemkab Cirebon Lewat BPBD Serukan Kewaspadaan Banjir Saat Musim Hujan

Pemkab Cirebon Lewat BPBD. Foto: Ilustasi badai (pixabay.com/divipromedia.com).

Cirebon, (divipromedia.com). – Memasuki periode hujan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali menyerukan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD, Ikin Asikin, menekankan bahwa kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana banjir.

“Masyarakat harus tahu langkah yang tepat sebelum, saat, dan sesudah banjir. Hal sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” jelas Ikin.

Sebelum Musim Hujan: Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan

BPBD mengimbau warga untuk melakukan persiapan sejak dini agar dampak banjir dapat diminimalisir. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Menguras dan menutup tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk mencegah DBD.
  • Membuat sumur resapan guna menahan limpasan air hujan.
  • Menyediakan karung pasir sebagai penghalang air.
  • Meninggikan rumah atau membuat tanggul sederhana di wilayah rawan banjir.
  • Membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tetap lancar.
  • Mengamankan peralatan elektronik dari risiko terendam air.
  • Menyediakan wadah untuk menyimpan air bersih.
  • Menyiapkan jas hujan dan payung untuk aktivitas luar ruangan.

Menurut Ikin, langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kerugian saat intensitas hujan tinggi. “Pencegahan adalah cara paling mudah dan murah,” tegasnya.

Saat Banjir Terjadi: Keselamatan Jadi Prioritas

Ketika air mulai naik, warga diminta tetap tenang dan fokus pada keselamatan diri serta keluarga. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Mematikan semua peralatan listrik untuk mencegah korsleting.
  • Menyimpan barang berharga dan elektronik di tempat yang lebih tinggi.
  • Menampung air bersih sebelum pasokan terganggu.
  • Memeriksa kebocoran rumah agar tidak menjadi jalur masuk air.
  • Memastikan sumur resapan berfungsi dengan baik.
  • Mengikuti arahan petugas BPBD maupun aparat desa.

Ikin menegaskan, kepatuhan terhadap instruksi petugas akan mempercepat proses evakuasi bila diperlukan. “Ikuti arahan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Setelah Banjir Surut: Jaga Kebersihan dan Kesehatan

Pasca banjir, ancaman penyakit seperti leptospirosis, diare, dan gatal-gatal sering muncul jika kebersihan tidak dijaga. BPBD menyarankan masyarakat untuk:

  • Memberantas sarang nyamuk agar kasus DBD tidak meningkat.
  • Menggunakan kaporit bila sumur terkontaminasi air banjir.
  • Mengonsumsi air minum dalam kemasan atau merebus air hingga mendidih.
  • Memeriksa instalasi listrik dan gas sebelum digunakan kembali.
  • Menggunakan sepatu karet dan sarung tangan saat membersihkan rumah.
  • Waspada terhadap gejala penyakit pascabanjir.

Layanan Darurat 24 Jam

BPBD juga mengingatkan warga untuk segera menghubungi nomor darurat 112 jika menghadapi kondisi gawat. “Jangan ragu menghubungi 112. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu masyarakat,” tutup Ikin.

Pasang Iklan di Divi Pro Media