Pemkab Cirebon Siap Implementasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta
Meski belum semua guru mendapat pelatihan PM, semangat untuk menerapkan pembelajaran bermutu dinilai tinggi. Toni berharap cakupan pelatihan bisa diperluas agar lebih banyak guru terlibat.
Dukungan Kementerian Agama, Hal senada disampaikan Faesal Musaad, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI. Ia menilai, meski guru-guru MIS Assuniyah 3 belum mengikuti pelatihan resmi, mereka telah mampu menerapkan prinsip KBC.
“Guru menunjukkan cinta dan tanggung jawab dalam membantu siswa yang tertinggal. Ini adalah esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta,” tegas Faesal.
Menurutnya, para guru kini lebih fokus pada asesmen membaca dan pendampingan intensif, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus bermakna.
Direktur Program INOVASI, Sri Widuri, menjelaskan bahwa kemitraan pendidikan Indonesia-Australia ini telah beroperasi di enam provinsi, termasuk Kabupaten Cirebon. Program ini fokus pada peningkatan literasi, numerasi, serta pendidikan karakter dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Kemenag, universitas, hingga komunitas lokal.
Dampak kolaborasi terlihat nyata di Kecamatan Losari. Di SD Negeri 3 Astanalanggar, kemampuan membaca siswa kelas awal meningkat menjadi 42% hanya dalam waktu lima bulan, hampir tiga kali lipat dari capaian sebelumnya. Sementara di MIS Assuniyah 3, dua dari tiga anak menunjukkan peningkatan kemampuan membaca hingga tingkat paragraf, ungkamnya. *(Way/Soleh/Divi)
