Ekonomi Bisnis

Percepatan Penanganan Lembah Anai Tembus 62 Persen, Ditarget Rampung Juli 2026

SUMATERA BARAT, (Divipromedia.id) – Upaya pemulihan permanen pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di ruas Padang PanjangSicincin, kawasan Lembah Anai, terus menunjukkan progres signifikan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mencatat capaian pekerjaan telah mencapai sekitar 62 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026, lebih cepat sekitar 20 persen dari rencana awal.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026), menyebut percepatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk segera memulihkan konektivitas untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur di kawasan rawan bencana.

“Penanganan ini dilakukan untuk memulihkan konektivitas, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan jalan dan jembatan terhadap potensi bencana di masa mendatang,” ujarnya.

Penanganan permanen dilakukan di 19 titik terdampak, membentang di segmen KM 61+600 hingga KM 67+400, mulai dari batas Kota Padang PanjangSicincin di Jalan Sutan Syahrir hingga Jembatan Margayasa A dan B.

Sejumlah pekerjaan utama meliputi perbaikan badan jalan, perkuatan lereng, hingga penguatan struktur jembatan. BPJN juga mengandalkan teknologi konstruksi modern seperti soldier pile, shotcrete, soil nailing, geomat HDPE, hingga bronjong baja galvanis guna memastikan stabilitas di wilayah rawan longsor dan banjir.

Tak hanya itu, penggunaan teknologi borepile menjadi salah satu inovasi utama. Teknologi ini dinilai lebih tangguh dalam menahan hantaman arus Sungai Batang Anai dibanding metode konvensional seperti pasangan batu.

“Pengalaman sebelumnya menunjukkan, titik yang telah ditangani permanen pada 2024 mampu bertahan saat bencana serupa terjadi pada 2025. Ini membuktikan pendekatan permanen lebih efektif menghadapi risiko bencana berulang,” jelas Elsa.

Untuk mendukung proyek ini, Direktorat Jenderal Bina Marga mengalokasikan anggaran sekitar Rp490 miliar dari APBN. Saat ini, pelaksanaan proyek masih dalam proses pendampingan dan audit guna memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Penanganan ini juga dilakukan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah agar pemulihan berjalan menyeluruh dan berdampak luas bagi masyarakat.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang berada di sepanjang aliran sungai, BPJN menerapkan berbagai strategi, seperti penyesuaian jadwal kerja berbasis prakiraan cuaca, perlindungan material, hingga peningkatan keselamatan kerja di lapangan.

Meski proses konstruksi masih berlangsung, jalur strategis penghubung Padang–Bukittinggi–Pekanbaru kini sudah dapat dilalui selama 24 jam. Hal ini menjadi kabar baik bagi kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Elsa berharap, pembangunan infrastruktur permanen ini tidak hanya memulihkan kondisi pascabencana, tetapi juga menjadi langkah mitigasi jangka panjang.

“Melalui penanganan ini, kami ingin menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan demi mendukung keselamatan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. ***

Exit mobile version