Puncak Peringatan Hakordia di Kabupaten Cirebon, Komitmen Bersama untuk Wujudkan Pemerintahan yang Bersih
KABUPATEN CIREBON, (Divipromedia.com).- Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, hadir dalam puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Cirebon di Mega Mendung Room, Hotel Patra Cirebon, Rabu (18/12/2024).
Tampak hadir dalam kegiatan ini berbagai elemen penting, mulai dari kepala perangkat daerah, camat, hingga masyarakat yang turut berperan serta dalam upaya memberantas korupsi.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Mijaya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan integritas sebagai langkah strategis dalam pencegahan korupsi.
Wahyu mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peringatan Hakordia 2024 sebagai momen yang tak hanya seremonial, melainkan sebagai momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama tentang bahaya korupsi dan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Kita harus berupaya mencegah korupsi, memperbaiki diri, dan terus menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemberantasan korupsi bukanlah tugas satu pihak, melainkan komitmen kolektif dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan.
“Korupsi harus dicegah sejak dari hulu hingga hilir, melalui sistem yang transparan, akuntabel, dan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengawasan,” ujarnya.
Wahyu juga membahas data terkait Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang menunjukkan perkembangan nasional dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, Indonesia mencatatkan IPK 34 dengan peringkat 110 dari 180 negara, dan meski tetap di angka yang sama pada 2023, peringkat Indonesia turun menjadi 115. Di sisi lain, Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) nasional untuk 2023 mencapai 3,92, meski sedikit menurun menjadi 3,85 pada 2024.
Di tingkat daerah, Pemkab Cirebon berhasil mencatatkan perbaikan dalam Sistem Pengendalian Internal (SPI), dengan angka 64,98 pada 2022 dan meningkat menjadi 67,69 pada 2023. Meskipun demikian, Kabupaten Cirebon masih berada di peringkat 26 dari 28 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Tak kalah penting, Wahyu memaparkan perkembangan Indeks Monitoring Center for Prevention (MCP) yang dikeluarkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 2023, nilai MCP Kabupaten Cirebon mencapai 89 dari skala 100, meskipun pada 2024 hingga 10 Desember, nilai tersebut sedikit turun menjadi 83.
Dalam penutupan sambutannya, Wahyu Mijaya menegaskan komitmen Pemkab Cirebon untuk terus meningkatkan kinerja dalam pencegahan korupsi melalui pengawasan dan evaluasi yang konsisten.
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pelayanan publik, memastikan transparansi, dan memperkuat integritas di semua lini. Harapannya, langkah-langkah ini dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.***
