Revitalisasi Pendidikan 2026 Dimulai di NTT, Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama TK Kristen Kota Kupang

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur

KUPANG, (Divipromedia.id) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanda dimulainya program tersebut dilakukan melalui peletakan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang, Rabu (6/5/2026).

Momentum ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Wali Kota Kupang Christian Widodo.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan, NTT menjadi salah satu prioritas revitalisasi nasional karena masih banyak sekolah berada di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.

“Peletakan batu pertama ini menjadi awal revitalisasi pendidikan 2026 di NTT. Kami berharap program ini mampu mendorong pemerataan akses dan kualitas pendidikan, khususnya di daerah 3T,” ujar Mu’ti di Kota Kupang.

Ia menjelaskan, pembangunan TK Kristen Kota Kupang ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan. Dengan demikian, pada Agustus 2026, kegiatan belajar mengajar sudah dapat dilakukan di gedung baru yang lebih representatif.

“Harapannya, fasilitas yang lebih baik akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan berdampak pada peningkatan sumber daya manusia di NTT,” tambahnya.

Rasa haru dan syukur disampaikan Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti. Ia mengungkapkan, sekolah yang berdiri sejak 1958 itu selama ini menjalankan kegiatan belajar dengan segala keterbatasan, bahkan memanfaatkan ruang istirahat penjaga gereja sebagai kelas.

Menurutnya, dukungan dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) selama ini sangat membantu operasional sekolah, termasuk dalam promosi kegiatan pendidikan kepada jemaat.

“Kami sangat bersyukur. Ini bukan hanya kunjungan menteri, tetapi juga menjadi tonggak awal perubahan bagi sekolah kami. Semoga gedung baru nanti membawa semangat baru bagi anak-anak,” ujar Nortje.

Kehadiran Mendikdasmen juga disambut meriah oleh para siswa. Suasana hangat terlihat saat anak-anak menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman” sambil bertepuk tangan.

Dukungan terhadap program revitalisasi juga datang dari para orang tua murid. Salah satunya Hamida Arifin, yang menilai kualitas pendidikan di TK tersebut sudah baik dan berdampak positif bagi perkembangan anaknya.

“Anak saya sudah bisa menulis, berhitung, dan lebih mandiri. Kami sangat mendukung program ini, apalagi dengan adanya fasilitas baru dan program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Hal senada disampaikan orang tua lainnya, Ryan Rudolf Lewo. Ia menilai revitalisasi menjadi langkah tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di tengah keterbatasan sarana.

“Saya melihat langsung perjuangan guru di sini. Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi kami sebagai orang tua,” katanya.

Lanjutnya, TK Kristen Kota Kupang menjadi salah satu dari 809 satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi di NTT tahun 2026. Bantuan tersebut mencakup pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, serta penyediaan Alat Peraga Edukatif (APE) dengan nilai lebih dari Rp860 juta, ujarnya.

Secara keseluruhan, Pemerintah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp630 miliar untuk revitalisasi 809 satuan pendidikan di NTT. Hingga April 2026, sebanyak 9 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 800 lainnya masih dalam proses.

“Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan akses belajar di wilayah NTT”, punkasnya. ***

Pasang Iklan di Divi Pro Media