“Screen Time” pada Anak: Sahabat Belajar atau Ancaman Tumbuh Kembang?

Anak yang sedang memegang tablet (gadget). FOTO: Pixabay.com/divipromedia.com

DI era digital, istilah screen time semakin sering dibicarakan, terutama terkait perkembangan anak.

Screen time merujuk pada lamanya waktu yang dihabiskan anak untuk berinteraksi dengan layar digital, seperti televisi, ponsel, tablet, komputer, atau perangkat game.

Aktivitas ini bisa mencakup menonton video, bermain gim, belajar daring, hingga berinteraksi di media sosial.

Meski teknologi memiliki banyak manfaat, penggunaan layar yang berlebihan pada anak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak usia 2–5 tahun tidak menghabiskan screen time lebih dari 1 jam per hari, sedangkan anak usia sekolah tetap perlu dibatasi dan diawasi.

Dampak Positif dan Negatif

Jika digunakan dengan bijak, screen time dapat membantu proses belajar.

Misalnya, melalui video edukasi, aplikasi pembelajaran interaktif, atau komunikasi dengan guru secara daring.

Anak juga bisa mengembangkan keterampilan teknologi yang akan berguna di masa depan.

Namun, screen time yang berlebihan berisiko mengganggu kesehatan fisik, seperti mata lelah, gangguan postur tubuh, hingga kurangnya aktivitas fisik.

Dari sisi mental, anak bisa mengalami penurunan konsentrasi, gangguan tidur, dan ketergantungan terhadap gawai.

Interaksi sosial langsung pun bisa berkurang, sehingga menghambat perkembangan keterampilan komunikasi dan empati.

Pasang Iklan di Divi Pro Media