Swedia Kekurangan Sampah, Impor 1,3 Juta Ton Beberapa Tetangga Negara

ilustrasi pengelolaan sampah di Swedia

INTERNATIONAL, (Divipromedia.com) – Fenomena langka terjadi di Swedia. Negeri Skandinavia yang selama ini dikenal sebagai pelopor energi hijau justru mengalami kekurangan sampah.

Kondisi unik ini membuat pemerintah Swedia mengambil langkah berani dengan mengimpor sekitar 1,3 juta ton sampah setiap tahun dari sejumlah negara Eropa untuk menjaga pasokan bahan baku bagi pabrik daur ulang dan pembangkit listrik tenaga sampah (Waste-to-Energy/WTE).

Menurut laporan Frost and Sullivan Institute, Senin (15/9), kebijakan impor sampah bukan karena Swedia kekurangan limbah domestik, melainkan karena sistem pengelolaan sampah nasional yang sangat efisien.

Hampir 99 persen sampah rumah tangga berhasil didaur ulang, sehingga volume sampah lokal yang bisa diolah di pabrik energi kian menipis.

Untuk menjaga keberlangsungan operasional, Swedia menjalin kerja sama dengan sejumlah negara seperti Inggris, Norwegia, Irlandia, hingga Italia.

Uniknya, negara-negara tersebut justru membayar Swedia agar menerima sampah mereka, karena biaya pengelolaan di negara asal jauh lebih tinggi dan tidak seefisien sistem Swedia.

Sampah impor ini kemudian diproses menggunakan teknologi Waste-to-Energy, yakni pembakaran sampah untuk menghasilkan listrik dan panas.

Setiap tahun, energi tersebut mampu memanaskan 800 ribu rumah dan menyediakan listrik bagi 250 ribu rumah tangga di Swedia.

Tidak hanya menjaga pasokan energi bersih, kebijakan ini juga membawa manfaat besar bagi lingkungan.

Dengan hampir tidak ada sampah rumah tangga yang berakhir di TPA, Swedia berhasil menekan polusi tanah, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Dari sisi ekonomi, praktik ini menyumbang pemasukan hingga miliaran euro setiap tahunnya.

Fenomena Swedia menjadi pesan penting bagi dunia, bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan sumber daya strategis. Model pengelolaan ini bahkan mulai dilirik banyak negara lain, termasuk Indonesia, yang masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan limbah perkotaan.

Melalui komitmen pemerintah, dukungan masyarakat, dan penerapan teknologi hijau, Swedia membuktikan bahwa impor sampah bukan sekadar solusi darurat, melainkan strategi berkelanjutan untuk mewujudkan ekonomi sirkular dan masa depan energi bersih. **(Tim Redaksi)

Pasang Iklan di Divi Pro Media